Temu Bisnis UMKM di KKI 2026 Tembus Rp454,9 Miliar, Penjualan Melonjak 35 Persen

Temu Bisnis UMKM di KKI 2026 Tembus Rp454,9 Miliar, Penjualan Melonjak 35 Persen

FINANSIALFOKUS.COM — Pameran produk unggulan UMKM yang digelar Bank Indonesia (BI) pada 20-23 Agustus 2026 ini mencatatkan pertumbuhan penjualan yang signifikan. Realisasi penjualan sebesar Rp177,21 miliar tersebut meningkat 35 persen dibandingkan perolehan KKI 2025 yang hanya Rp130,84 miliar. Lonjakan ini menunjukkan daya beli masyarakat terhadap produk lokal masih kuat di tengah tekanan ekonomi global.

Dari total penjualan tersebut, kanal daring atau online mendominasi dengan kontribusi Rp119,45 miliar, tumbuh 18 persen. Sementara itu, penjualan luring atau offline justru mencatatkan akselerasi lebih tinggi, melonjak 94 persen menjadi Rp57,76 miliar. Kombinasi ini membuktikan strategi pameran hybrid yang diusung BI mampu menjangkau pembeli ritel dan korporasi sekaligus.

Ekspor dan Pembiayaan Jadi Penopang Utama

Selain penjualan langsung, KKI 2026 mencatatkan kesepakatan ekspor senilai Rp169,9 miliar yang melibatkan 192 UMKM dengan pembeli dari 16 negara. Adapun komitmen pembiayaan dari sektor perbankan mencapai Rp285 miliar, naik 30,3 persen dibandingkan rata-rata capaian tiga tahun terakhir. Angka ini menjadi sinyal positif bagi perluasan akses modal usaha kecil.

Pejabat Sementara Gubernur BI, Destry Damayanti, menyebut UMKM adalah penyangga stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini menyerap 97 persen tenaga kerja dan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). "Di tengah ketidakpastian ekonomi dan tantangan geopolitik global, kita perlu meningkatkan sinergi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya saat membuka acara, Kamis (20/8).

Destry juga secara khusus mengajak perbankan yang hadir untuk menggenjot penyaluran kredit produktif. Pertumbuhan kredit UMKM saat ini baru mencapai 1,62 persen, angka yang dinilai masih minim untuk mendorong ekspansi usaha. "Saya mengajak perbankan untuk jangan hanya beli, tapi berikan kredit," tegasnya.

Produk Unggulan: Kain dan Kuliner

Kategori wastra dan ready-to-wear menjadi primadona di pameran fisik dengan torehan penjualan Rp46,48 miliar, atau setara 80 persen dari total transaksi offline. Sedangkan untuk penjualan daring, kuliner Nusantara memimpin dengan Rp54,27 miliar, disusul wastra dan ready-to-wear sebesar Rp48,51 miliar. Kedua sektor ini masing-masing menyumbang 45 persen dan 40 persen dari total penjualan online.

Secara keseluruhan, KKI 2026 menghadirkan 550 UMKM unggulan secara fisik, naik 51,1 persen dibandingkan tahun lalu. Adapun partisipan daring mencapai 1.300 UMKM, tumbuh 14,6 persen. Ajang ini juga diramaikan 44 agenda diskusi dan fashion show, meningkat 33 persen dari edisi sebelumnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Penyelenggaraan tahun ini melibatkan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis, termasuk perbankan, desainer, asosiasi, dan akademisi. Sejumlah pejabat negara turut hadir, di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, serta Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Ananda Gibran.

BI menambahkan sejumlah program baru dalam KKI 2026, seperti pendampingan rantai nilai, inovasi merek lokal untuk anak muda, serta inisiatif keberlanjutan. Program ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi agar dampaknya lebih luas bagi sosial dan lingkungan. Dengan 46 kantor perwakilan BI yang tersebar di seluruh Indonesia, diharapkan sinergi ini mampu mendorong UMKM naik kelas secara berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index