Keputusan BI Mempertahankan Suku Bunga dan Fasilitas Swap Valas

Senin, 27 Juli 2026 | 11:01:15 WIB
BI Tahan Suku Bunga. ( sumber ; net )

Jakarta - Pihak Bank Indonesia memilih menahan besaran suku bunga BI Rate pada posisi 5,75 persen ketika pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur dua hari yang lalu, berselisih dari perkiraan para pelaku pasar yang memprediksi adanya kenaikan sebesar 25 basis poin menjadi 6 persen demi meredam pelemahan mata uang rupiah.

Sebagai bentuk pengganti, Bank Indonesia memberikan opsi fasilitas swap lindung nilai bagi pemodal asing yang melakukan transaksi valuta asing, baik guna menanamkan modal pada Sertifikat Rupiah Bank Indonesia ataupun keperluan transaksi ekspor serta impor.

Seorang ekonom senior bernama dari Sumbernya memaparkan mekanisme tersebut lewat tayangan podcast pada platform YouTube miliknya pada hari Jumat (24/7/2026).

Berdasarkan pandangannya, para pemodal asing yang datang menanamkan modal ke Indonesia memakai beban pinjaman mata uang dolar sekitar 4% dapat memborong instrumen SRBI dengan tingkat imbal hasil mencapai 7,6 persen, di samping melindungi potensi kerugian kurs melalui program swap yang disediakan Bank Indonesia.

“BI menawarkan Anda bisa membeli kembali dolar Anda yang Anda jual kepada saya dengan harga 2,7 persen di atas harga jual Anda ini hari,” kata dari Sumbernya menirukan tawaran BI kepada investor, seraya menambahkan bahwa premi tersebut kemudian dipotong insentif 12,5 persen menjadi 2,36 persen.

Melalui penerapan skema tersebut, dari Sumbernya mengkalkulasi perolehan laba bersih bagi pemodal asing yang masuk lewat SRBI bisa menyentuh angka 1,24% pasca dipotong tanggungan biaya pinjaman dolar.

“Net yield keuntungan bersih daripada investor asing ini tidak main-main,” ujarnya.

Dari Sumbernya berpandangan bahwa kebijakan Bank Indonesia ini diambil lantaran adanya desakan yang luar biasa berat terhadap nilai tukar rupiah akhir-akhir ini.

“Kalau tidak dilakukan intervensi setiap hari, saya yakin dolar sudah berada di atas Rp20.000,” katanya.

Terkini