IHSG Diprediksi Lanjut Menguat, Sejumlah Saham Pilihan Perlu Dicermati

Selasa, 21 Juli 2026 | 10:47:24 WIB
Ilustrasi saham. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan lanjut menguat terbatas pada perdagangan Selasa (21/7/2026), setelah indeks ditutup naik 0,92 persen ke level 6.232 pada awal pekan ini.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi IHSG bergerak pada rentang 6.194 sebagai level support.

Sementara 6.264 merupakan resistance indeks.

“Untuk Selasa, kami perkirakan IHSG bergerak menguat terbatas dengan support 6.194 dan resistance 6.264,” ujar dari Sumbernya saat dihubungi Kompas.com, Senin malam (20/7/2026).

Meski IHSG berpeluang menguat terbatas pada perdagangan Selasa, Herditya menyebut ada potensi aksi ambil untung sehingga memberatkan gerak indeks.

Baca juga: IHSG Ditutup Imbas 0,91 Persen ke 6.231, Reli Berlanjut Delapan Hari.

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas.

Di sisi sentimen, pelaku pasar masih mencermati pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Pelaku pasar secara konsensus memperkirakan bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga acuan menjadi 6 persen.

IHSG Menanjak di Tengah Guncangan Sektor Teknologi dan Geopolitik Global.

Artikel Kompas.id.

Adapun, ia merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor ritel selama perdagangan Selasa, diantaranya.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk dengan target harga Rp 4.320-Rp 4.600, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk dengan target harga pada Rp 164-Rp 170, serta PT Buana Lintas Lautan Tbk pada rentang harga Rp 432-Rp 468.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup ke Zona Hijau, Ditopang Saham BUMI, TLKM, Hingga BBRI.

Phintraco Sekuritas: IHSG berpeluang menguat meski ada tekanan global.

Sementara itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan penguatan IHSG pada Senin terjadi di tengah tekanan dari kenaikan harga minyak global yang sempat mendorong harga minyak Brent menyentuh level 90 dollar AS per barrel.

“IHSG ditutup menguat di level 6.231,78 meskipun harga minyak mentah menguat hingga sempat menyentuh 90 dollar AS per barel untuk Brent akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah,” ucap dari Sumbernya.

Menurutnya, optimisme membaiknya sentimen domestik masih berlanjut sehingga mampu menopang pasar saham.

Pada perdagangan awal pekan, sektor industri menjadi penopang utama penguatan IHSG dengan mencatatkan kenaikan terbesar, sementara sektor teknologi justru terkoreksi.

Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah melemah 0,15 persen ke posisi Rp 17.948 per dollar AS.

Secara teknikal, Alrich menilai IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan, meski ruang kenaikannya mulai terbatas.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi menguji level resistance di kisaran 6.250 hingga 6.300.

“Terjadi pelebaran histogram positif MACD, namun Stochastic RSI sudah berada di area overbought. IHSG juga ditutup di atas MA50 dengan didukung kenaikan volume beli,” jelas dari Sumbernya.

Baca juga: IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.211, Saham BBCA hingga BBRI Naik.

Rekomendasi saham Mirae Asset Sekuritas.

Adapun, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, merekomendasikan empat saham pilihan yang dinilai masih memiliki potensi kenaikan harga dalam jangka pendek, yakni.

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Bank Jago Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk.

Untuk ADRO, Nafan memasang target harga Rp 2.700 atau mencerminkan potensi kenaikan sekitar 8 persen.

ANTM dengan target harga Rp 3.370, atau memberikan potensi kenaikan sekitar 13,85 persen.

ARTO dengan target harga Rp 1.540 atau potensi kenaikan sekitar 9,61 persen.

Adapun BBCA memasang target harga Rp 7.900, yang berarti memberikan potensi kenaikan sekitar 41,07 persen.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham.

Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas.

Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor.

Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Terkini