China Diprediksi Pertahankan Suku Bunga Acuan pada Juli

Senin, 20 Juli 2026 | 11:24:21 WIB
China diproyeksikan tahan suku bunga acuan bulan ini. ( sumber : net )

SHANGHAI - China diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pinjaman (loan prime rate/LPR) pada Juli 2026 untuk bulan ke-14 berturut-turut, meski pertumbuhan ekonomi pada kuartal II lebih lemah dari perkiraan.

Dikutip dari Reuters, hasil survei menunjukkan bahwa pelaku pasar belum melihat perlambatan ekonomi tersebut cukup kuat untuk mendorong pelonggaran moneter dalam waktu dekat.

LPR merupakan suku bunga acuan yang umumnya dikenakan kepada debitur dengan kualitas kredit terbaik.

Suku bunga tersebut ditetapkan setiap bulan berdasarkan usulan dari 20 bank komersial yang ditunjuk oleh People's Bank of China (PBOC).

Dalam survei Reuters terhadap 23 pelaku pasar yang dilakukan pekan ini, seluruh responden memperkirakan PBOC akan mempertahankan LPR tenor satu tahun pada level 3,00% dan LPR tenor lima tahun pada level 3,50% pada peninjauan berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (20/7).

Ekspektasi tersebut muncul di tengah pemulihan ekonomi China yang masih berlangsung tidak merata.

Pertumbuhan ekspor tetap menjadi penopang utama ekonomi, sementara aktivitas domestik masih relatif lemah.

Ekonomi China tumbuh lebih lambat dari perkiraan pada kuartal II 2026, mencatat laju terendah dalam lebih dari tiga tahun.

Lemahnya konsumsi rumah tangga memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan pertumbuhan ekonomi meski manufaktur dan ekspor tetap kuat.

Meski demikian, para analis dan pelaku pasar menilai bahwa perbedaan laju pertumbuhan antarsektor tersebut belum cukup untuk mendorong pelonggaran kebijakan moneter secara luas.

Ekonom Goldman Sachs untuk China, Xinquan Chen, mengatakan bahwa data PDB kuartal II yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan peluang pelonggaran moneter.

Meski begitu, Goldman Sachs masih mempertahankan proyeksi bahwa PBOC tidak akan memangkas suku bunga maupun rasio giro wajib minimum (reserve requirement ratio/RRR) tahun ini.

Chen mengatakan pemerintah kemungkinan akan mempercepat implementasi kebijakan fiskal yang telah diumumkan, sementara PBOC tetap menjaga likuiditas pasar antarbank tetap memadai.

Terkini