WASHINGTON - Para pejabat Federal Reserve atau The Fed mendorong adanya kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi Amerika Serikat (AS).
Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack mengatakan sikapnya mendukung kenaikan suku bunga yang diperkirakan akan memanaskan pembahasan dalam rapat kebijakan The Fed berikutnya, sekaligus membuka peluang munculnya perbedaan pendapat pada pertemuan kedua yang dipimpin Ketua The Fed Kevin Warsh.
Dikutip dari Reuters, Hammack untuk pertama kalinya sejak menjabat mengaku mendengar langsung dari kalangan pelaku usaha yang meminta bank sentral mengambil langkah lebih tegas untuk mengendalikan inflasi.
Di sisi lain, ia juga melihat semakin banyak konsumen yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
“Untuk pertama kalinya selama masa jabatan saya, saya mendengar dari pelaku usaha yang mengatakan mereka berpikir kami perlu mengambil tindakan untuk menekan inflasi, dan dari konsumen yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup serta merasakan keputusasaan yang semakin besar,” kata Hammack dari Sumbernya.
Dalam unggahan di LinkedIn menjelang periode tenang (blackout period) sebelum rapat kebijakan, Hammack menegaskan inflasi masih berada di level yang terlalu tinggi, sementara kondisi pasar tenaga kerja menurutnya telah mendekati tingkat lapangan kerja maksimum.
Ia memperkirakan inflasi inti yang diukur menggunakan core personal consumption expenditures (PCE) price index mencapai 3,3 persen pada Juni.
“Inflasi terlalu tinggi. Pasar tenaga kerja berada tepat di sekitar tingkat yang saya anggap sebagai kondisi lapangan kerja maksimum," ungkap Hammack dari Sumbernya.