Bank Pilih Tahan Bunga Kredit di Tengah Tekanan Biaya Dana

Senin, 20 Juli 2026 | 11:24:05 WIB
ilustrasi kenaikan bunga kredit ( sumber : net )

JAKARTA - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sejak Mei 2026 mulai memberi tekanan terhadap biaya dana (cost of fund/CoF) perbankan.

Namun, bank diperkirakan tidak akan serta-merta meneruskan kenaikan tersebut ke bunga kredit.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), rata-rata tertimbang suku bunga kredit rupiah pada Mei 2026 justru turun tipis menjadi 8,72% dari 8,73% pada April 2026.

Sebaliknya, suku bunga kredit baru naik menjadi 9,31% pada Mei 2026 dari 8,95% pada bulan sebelumnya.

BI menjelaskan perbedaan arah tersebut mencerminkan adanya efek tunda (lag) dalam transmisi kebijakan moneter.

Suku bunga kredit yang telah berjalan (outstanding) masih dipengaruhi proses penyesuaian (repricing) kredit lama, sementara bunga kredit baru sudah mencerminkan kondisi pendanaan (funding) dan persepsi risiko yang dihadapi perbankan saat ini.

BI juga mencatat terdapat perbedaan tren bunga kredit baru antar kelompok bank.

Pada Mei 2026, kelompok bank badan usaha milik negara (BUMN) mencatat kenaikan bunga kredit baru menjadi 7,65% dari 7,31% pada April 2026.

Sebaliknya, kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Umum Swasta Nasional (BUSN), dan Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) justru menurunkan bunga kredit baru masing-masing menjadi 9,18%, 10,88%, dan 7,64% dari sebelumnya 9,54%, 10,94%, dan 8,35%.

Staf Riset Ekonomi Makro PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), Myrdal Gunarto, menjelaskan, lambatnya penurunan bunga kredit merupakan karakteristik yang sudah lama terjadi di industri perbankan nasional.

Menurutnya, bunga kredit memiliki sifat sticky downward, yakni sulit turun meski BI Rate telah dipangkas.

“Penyebab utamanya adalah struktur biaya dana (cost of fund) yang masih kaku. Mayoritas dana pihak ketiga bank berasal dari deposito berjangka satu hingga enam bulan. Bank harus menunggu deposito berbunga tinggi tersebut jatuh tempo sebelum dapat menikmati penurunan biaya dana,” ujar Myrdal dari Sumbernya.

Terkini