Likuiditas Perbankan Aman, Suku Bunga Antarbank Mulai Mereda

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:22:52 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah. (FOTO:NET)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memberikan kepastian bahwa kondisi likuiditas di industri perbankan masih tetap aman dan terkendali di tengah fluktuasi pasar keuangan.

Situasi positif ini ditunjukkan oleh merosotnya suku bunga antarbank atau INDONIA yang memberi sinyal bahwa tekanan terhadap kebutuhan likuiditas di pasar uang kini mulai berkurang.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti memaparkan bahwa suku bunga INDONIA yang sebelumnya sempat bertengger di angka 6,62 persen pada 18 Juni 2026 telah menyusut ke level 6,17 persen pada 16 Juli 2026.

"Penurunan INDONIA mencerminkan berkurangnya tekanan permintaan likuiditas di pasar uang antarbank sehingga kebutuhan pendanaan jangka pendek dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan likuiditas pasar uang yang tetap memadai," ujar Destry dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7).

Destry menguraikan bahwa perkembangan kondisi tersebut dipicu oleh langkah strategis penggelontoran likuiditas lewat aneka macam instrumen operasi moneter, contohnya seperti repo, swap, serta aksi beli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Sampai dengan tanggal 16 Juli 2026, suntikan likuiditas yang dilakukan BI lewat operasi moneter dilaporkan sudah menyentuh jumlah Rp837,11 triliun.

Menurut Destry, kebijakan strategis ini ikut andil dalam mempertahankan laju pertumbuhan uang primer atau M0 agar senantiasa bertahan di level dua digit, yakni sebesar 12,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada pengujung Juni 2026.

Bukan hanya melangsungkan ekspansi likuiditas saja, BI pun konsisten membangun dialog yang intens dengan pelaku industri perbankan demi menyelesaikan kendala dalam penyaluran likuiditas antarinstitusi bank.

"Bank Indonesia juga terus melakukan komunikasi intensif dengan perbankan agar hambatan distribusi likuiditas antar bank dapat teratasi dengan risiko yang terkelola dengan baik," ujar Destry.

BI juga giat mematangkan area pasar uang bersama dengan asosiasi pasar, pelaku perbankan, beserta jajaran otoritas terkait demi mewujudkan ekosistem pasar uang yang lebih kokoh, likuid, serta efisien.

Pada waktu yang bersamaan, aktivitas surveilans serta pengawasan kian dipertajam demi memastikan seluruh aktivitas pasar tetap berjalan di dalam batas yang normal.

Menatap periode mendatang, BI menegaskan bakal senantiasa memantau ketersediaan likuiditas yang memadai untuk menyokong keberhasilan transmisi kebijakan moneter, mempertahankan ketahanan sistem keuangan, serta memacu laju pertumbuhan ekonomi.

"Strategi ini juga terus diperkuat agar distribusi likuiditas antar bank terjaga baik sehingga dapat mendukung proses pembentukan suku bunga secara efisien dan memperkuat efektivitas kebijakan moneter," ujar Destry.

Terkini