Aturan Baru HSC Berpotensi Dongkrak IHSG Tembus Level 7.000

Jumat, 17 Juli 2026 | 15:41:37 WIB
Ilustrasi IHSG. (FOTO:NET)

JAKARTA - Pembaruan kebijakan terkait daftar saham high shareholding concentration (HSC) diproyeksi bisa membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melaju ke atas 7.000.

Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menambah 37 saham ke dalam kategori HSC.

Langkah penambahan ini merupakan hasil penyaringan berkala dengan menggunakan indikator price-impact ratio.

Kebijakan tersebut diterapkan oleh otoritas bursa setelah BEI merevisi metodologi penentuan status saham HSC.

Perubahan metodologi dijalankan dengan menambahkan parameter price-impact ratio bagi saham-saham yang mencatatkan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, langkah strategis tersebut mampu menghadirkan dampak positif yang signifikan dari segi transparansi di pasar ekuitas domestik. "Apalagi kemarin ada penambahan indikator baru, yaitu price impact ratio, sehingga penilaian HSC menjadi lebih akurat," ujarnya kepada Kontan, Kamis (16/7/2026).

Kebijakan teranyar ini juga dianggap menjadi momentum krusial bagi Bursa Efek Indonesia dalam menggulirkan reformasi di pasar modal tanah air.

Pasalnya, perbaikan ini memperlihatkan keseriusan BEI untuk membenahi tata kelola demi mendongkrak tingkat kepercayaan publik di masa yang akan datang.

Manajemen berharap proses reformasi pasar modal dapat diakselerasi dengan mengedepankan keterbukaan informasi, sehingga para pelaku pasar serta investor dapat mengetahui sejauh mana progres reformasi itu berjalan.

Sebab, terobosan-terobosan baru yang diambil oleh pihak regulator sangat dinantikan oleh para pelaku pasar dan investor. "Dampaknya kepercayaan bisa meningkat, tapi bertahap seiring dengan kebijakan selangkah demi selangkah yang harus dilakukan oleh pelaku pasar dan investor," katanya.

Kendati demikian, pasar keuangan dinilai masih memerlukan serangkaian instrumen kebijakan pendukung lainnya agar mampu memberikan efek positif yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Nico pun memproyeksikan pergerakan IHSG mampu menembus ke atas level 7.000 pada akhir tahun 2026, dengan perkiraan rentang fluktuasi di level 6.390 – 7.470 sepanjang periode semester II 2026.

Di tengah bergulirnya sentimen positif ini, para pemodal disarankan untuk tetap berpegang teguh pada tiga aspek fundamental utama, yakni tujuan berinvestasi, jangka waktu investasi, serta profil risiko masing-masing.

Apabila orientasi investasi para pemodal bersifat jangka pendek dan memiliki toleransi profil risiko yang tinggi, maka kondisi volatilitas pasar dapat dimanfaatkan sebagai peluang keuntungan.

Sebaliknya, jika orientasi investasinya ditujukan untuk jangka panjang dengan tingkat profil risiko rendah, maka strategi akumulasi secara bertahap menjadi pilihan bijak yang direkomendasikan.

Di samping itu, para investor juga diimbau untuk selalu mencermati kondisi fundamental dan indikator valuasi dari emiten yang akan dipilih.

Fokus utama dalam penilaian saham adalah memprioritaskan aset saham yang memiliki likuiditas tinggi serta menjadikan status HSC sebagai salah satu rujukan indikator pembantu saat mengambil keputusan investasi. "Investor juga bisa memanfaatkan rotasi sektoral," paparnya.

Terkini