JAKARTA – Di tengah melonjaknya rasio kredit bermasalah (non-performing loan atau NPL) pada beberapa bank, PT Bank Jago Tbk (ARTO) mengambil opsi berbeda dengan membuka akses data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK langsung lewat aplikasinya.
Melalui fasilitas Rapor Kredit ini, pengguna bank digital yang disokong oleh Gojek (bagian dari grup GoTo) tersebut dapat melihat rekam jejak kredit berbasis data SLIK OJK untuk memperoleh gambaran situasi keuangan sebelum memproses pinjaman baru.
Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago, Andy Djiwandono mengemukakan, kemudahan dalam memperoleh kucuran dana pinjaman wajib diimbangi dengan pemahaman mendalam pada situasi keuangan privat agar publik sanggup menata utang dengan sehat.
“Akses pembiayaan yang mudah perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai kondisi finansial pribadi. Melalui Rapor Kredit, kami berharap debitur mengambil pinjaman dengan lebih bijak, terukur sesuai kemampuan finansialnya,” ujar Andy sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Andy memaparkan, lewat fasilitas Rapor Kredit tersebut, pengguna aplikasi bisa mengidentifikasi riwayat pembiayaan, status kredit, hingga peta kesehatan kredit secara utuh tanpa mesti mengakses platform SLIK secara terpisah.
Tidak cuma memperlihatkan pangkalan data pembiayaan, Bank Jago pun menyisipkan fitur Credit Health Tips yang memuat tulisan edukatif beserta saran yang dipersonalisasi selaras dengan kondisi tiap nasabah.
Hal yang menarik, pengguna aplikasi dengan rekam jejak pembayaran yang prima akan memperoleh panduan praktis untuk memelihara kualitas pinjaman mereka.
Sementara itu, untuk kelompok nasabah yang didapati masih mengantongi rekam jejak kredit yang kurang memuaskan bakal memperoleh saran mengenai tahapan-tahapan demi memulihkan kesehatan pembiayaan mereka secara berkala.
Andy menyebutkan bahwa perilisan fitur teranyar ini turut dilatarbelakangi oleh masih minimnya level literasi finansial publik di beberapa sektor pembiayaan.
Merujuk data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 OJK, tingkat literasi keuangan publik di bidang pembiayaan perbankan menyentuh angka 65,5 persen.
Di sisi lain, indeks literasi terhadap lembaga pembiayaan nonbank tercatat baru menyentuh 44,7 persen, bidang fintech lending di angka 24,9 persen, serta institusi keuangan mikro yang cuma berada pada level 9,8 persen.
Andy menegaskan, kehadiran fitur Rapor Kredit ini bertindak sebagai bagian dari eksekusi konsep responsible lending yang terus dipupuk oleh Bank Jago.
Strategi tersebut ditujukan demi memacu warga agar bukan sekadar memperoleh keterjangkauan akses modal yang gampang, namun juga mengantongi pemahaman yang mumpuni perihal batas kapasitas keuangan pribadi sebelum memutuskan berutang.