IHSG Jumat 10 Juli 2026 Potensi Rebound Saham BRMS AMMN BRPT BNBR CPIN HRTA Jadi Trading Idea

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:07:16 WIB
Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (9/7/2026) ditutup naik 0,67 persen, meski masih disertai net sell asing sebesar Rp674 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain MAPI, BBRI, BRMS, AMMN, dan CPIN.

Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan penguatan Wall Street pada Kamis (9/7) ditopang rally saham semikonduktor dan pelemahan harga minyak di tengah memanasnya kembali ketegangan antara AS dan Iran. Nasdaq Composite melonjak 1,30 persen, S&P 500 naik 0,81 persen, dan Dow Jones menguat 0,27 persen.

Di Asia, mayoritas bursa juga menguat, seperti Nikkei 225 Jepang naik 1,4 persen, Kospi Korea Selatan 0,62 persen, dan Kosdaq 1,15 persen. Namun, Hang Seng Hong Kong turun 0,70 persen dan Taiex Taiwan melemah 0,83 persen.

“Hari ini, IHSG potensi naik untuk tes resistance di 5950–6050. Hati-hati sepanjang belum break di atas 6050, IHSG masih rentan kembali koreksi. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah Rupiah yang telah menembus Rp18.100. Diperkirakan Support IHSG: 5800–5870 dan Resist IHSG: 5970–6050,” sebut Fanny Suherman, CFP, Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (10/7/2026).

Saham pilihan trading idea BNI Sekuritas hari ini:

  • BRMS: Buy if Break 496, target 500–520, cutloss di bawah 490
  • AMMN: Spec Buy area 3430–3450, target 3490–3530, cutloss di bawah 3400
  • BRPT: Spec Buy area 1580–1600, target 1650–1700, cutloss di bawah 1560
  • BNBR: Spec Buy area 86–89, target 91–93, cutloss di bawah 85
  • CPIN: Spec Buy area 3040–3070, target 3090–3110, cutloss di bawah 3030
  • HRTA: Spec Buy area 1745, target 1755–1770, cutloss di bawah 1740

Dengan kondisi ini, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan, namun investor tetap perlu mencermati level resistance 6050 sebagai batas penting untuk momentum pemulihan jangka pendek.

Terkini