IHSG Jumat 3 Juli 2026 Menguat ke 5.806 Didukung Penguatan Bursa Asia dan Global

Jumat, 03 Juli 2026 | 09:19:19 WIB
Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi (3/7/2026) dibuka menguat mengikuti reli bursa saham kawasan Asia dan global. IHSG naik 61,61 poin atau 1,07 persen ke posisi 5.806,17, sementara Indeks LQ45 bertambah 6,97 poin atau 1,23 persen ke posisi 572,46.

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyampaikan analisis teknikal terkait pergerakan IHSG.

"Selama IHSG masih berada di bawah 5.762-5.853, masih berisiko melanjutkan pelemahan menuju support 5.678, kemudian 5.607-5.523 sebagai support berikutnya. Sebaliknya, jika mampu menembus 5.762 atau 5.806, dan berlanjut di atas 5.853 dengan didukung peningkatan volume transaksi, IHSG berpeluang menguji resistance 5.904, kemudian 5.974, hingga area psikologis 6.000," ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari mancanegara, bursa Asia dan global kompak menguat seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah kemajuan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong normalisasi pelayaran di Selat Hormuz.

"Kondisi itu membantu menjaga stabilitas pasokan energi global, serta meredakan tekanan terhadap harga minyak dan ekspektasi inflasi," ujar Liza.

Sentimen positif juga datang dari pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang menegaskan bahwa bank sentral tidak lagi memberikan forward guidance eksplisit dalam menentukan arah kebijakan moneter. Warsh menyebut risiko inflasi mulai mereda seiring turunnya harga minyak, sehingga memberi ruang bagi The Fed mempertahankan suku bunga tanpa pengetatan lebih lanjut.

Selain itu, laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari ekspektasi menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga tahun ini.

Dari dalam negeri, DPR dan pemerintah menyepakati kerangka awal RAPBN 2027 dengan target pendapatan negara 12,01–12,40 persen PDB, rasio pajak 10,16–10,50 persen PDB, defisit 1,80–2,40 persen PDB, serta rasio utang 40,31–40,64 persen PDB. Asumsi pertumbuhan ekonomi ditetapkan 5,8–6,5 persen, inflasi 1,5–3,5 persen, nilai tukar Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS, dan harga minyak Indonesia (ICP) 70–95 dolar AS per barel.

Pemerintah juga mempercepat pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) melalui RUU PFII dengan insentif perpajakan, sistem hukum komersial internasional, serta fasilitas keimigrasian dan residensi untuk menarik investasi asing. PFII akan beroperasi sebagai kawasan khusus dengan pengadilan khusus untuk sengketa bisnis internasional, serta didukung kemudahan perpajakan, perizinan, ketenagakerjaan, dan residensi.

Pada perdagangan Kamis (2/7/2026), bursa Eropa kompak menguat: Euro Stoxx 50 naik 1,35 persen, FTSE 100 Inggris 1,67 persen, DAX Jerman 2,16 persen, dan CAC 40 Prancis 1,65 persen. Bursa AS juga mayoritas menguat, dengan Dow Jones naik 1,14 persen, S&P 500 naik 0,01 persen, sementara Nasdaq turun 1,61 persen.

Bursa Asia pagi ini turut menguat: Nikkei naik 0,62 persen ke 69.256, Shanghai naik 0,35 persen ke 4.043, Hang Seng naik 1,65 persen ke 23.400, Kospi naik 2,27 persen ke 7.822, dan Strait Times naik 0,17 persen ke 5.226.

Terkini