JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Jumat (3/7/2026) pagi dibuka menguat. Berdasarkan data perdagangan, rupiah berada di posisi Rp17.953 per dolar AS, naik dibandingkan dengan penutupan sebelumnya.
Penguatan rupiah ini sejalan dengan tren positif di pasar keuangan global, di mana sentimen investor membaik setelah meredanya ketegangan geopolitik dan stabilitas harga energi.
Pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang lebih longgar, serta laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan sehingga menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga tahun ini.
Dari dalam negeri, faktor fundamental turut mendukung penguatan rupiah. Pemerintah bersama DPR telah menyepakati kerangka awal RAPBN 2027 dengan target pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5 persen, inflasi 1,5–3,5 persen, serta defisit dijaga di kisaran 1,80–2,40 persen PDB.
Dengan kondisi tersebut, rupiah berpeluang tetap stabil sepanjang perdagangan hari ini, meski tetap dibayangi dinamika global yang dapat memengaruhi arah pergerakan nilai tukar.