Prediksi Pergerakan JCI yang Berpotensi Melanjutkan Tren Penguatan

Rabu, 17 Juni 2026 | 13:21:26 WIB
Ilustrasi Pasar Keuangan (sumber foto: NET)

JAKARTA - Pasar keuangan Amerika Serikat ditutup dominan melemah pada transaksi perdagangan Selasa pekan ini, dengan rincian indeks Dow mengalami penguatan sebesar 0,64 persen, S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,57 persen, serta Nasdaq merosot sebanyak 1,15 persen. 

Koreksi negatif pada Nasdaq Composite dan S&P 500 dipicu oleh tekanan pada sektor teknologi akibat aksi ambil untung massal terhadap saham-saham industri pembuat chip. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun merosot 3,36 bps menuju posisi 4,439 persen, di kala indeks mata uang dolar AS ikut menyusut sebesar 0,09 persen ke level 99,54.

Sektor komoditas global pun mencatatkan penutupan yang mayoritas berada di zona merah dengan rincian perubahan angka sebagai berikut:

  • WTI crude turun 5,82 persen ke USD 76,05/bbl
  • Brent crude turun 5,06 persen ke USD 78,96/bbl
  • Coal turun 1,09 persen ke USD 135,50/ton
  • CPO naik 1,98 persen ke MYR 4,574/ton
  • Gold naik 0,45 persen ke USD 4,331/oz

Bursa saham di kawasan Asia mencatatkan hasil akhir yang beragam dengan indeks Hang Seng terkoreksi 1,40 persen, indeks Nikkei menguat 0,13 persen, dan indeks Shanghai melemah sebesar 0,11 persen. Pada sesi perdagangan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan Domestik atau JCI melesat sebanyak 4,12 persen hingga menyentuh level 6.255, meski dibayangi oleh aksi jual bersih oleh pemodal asing senilai IDR 105,929 miliar pada pasar negosiasi, serta IDR 0,346 miliar di pasar tunai.

Aliran modal keluar asing terbesar pada perdagangan reguler dialami oleh emiten BUMI dengan total mencapai IDR 335,5 miliar, diikuti oleh DSSA sebanyak IDR 184 miliar, dan ASII sebesar IDR 144,5 miliar. Sebaliknya, aliran modal masuk asing terbesar di pasar reguler dipimpin oleh BMRI dengan capaian IDR 543 miliar, disusul TPIA senilai IDR 396 miliar, serta BBCA sebesar IDR 203,6 miliar. 

Sektor barang baku mencatatkan pertumbuhan tertinggi, sementara sektor kesehatan mengalami kontraksi terdalam. Emiten perbankan besar menjadi penggerak utama pasar, sedangkan beberapa saham lainnya bertindak sebagai penahan laju indeks.

Pada pembukaan pasar Rabu pagi ini, indeks KOSPI tercatat melemah sebesar 1,07 persen, sedangkan indeks Nikkei bergerak menguat sebesar 0,32 persen. Berkaca dari dinamika tersebut, laju pergerakan bursa saham domestik diproyeksikan bakal meneruskan tren kenaikan yang disokong oleh sentimen geopolitik internasional terbaru.

"Hari ini, kami memperkirakan JCI akan melanjutkan penguatannya seiring perkembangan positif dalam konflik Timur Tengah," sebut pihak analis.

Terkini