Proyeksi Laba Perbankan Nasional Capai Rp205,5 Triliun pada 2026

Rabu, 13 Mei 2026 | 13:11:31 WIB
Ilustrasi Keuangan (sumber foto: NET)

PEMATANGSIANTAR - Pasar modal Indonesia memulai perdagangan pada Selasa, 12 Mei 2026 dengan kondisi sentimen yang berangsur pulih. Para analis menyarankan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar serta sektor energi sebagai opsi yang prospektif bagi investor.

Strategi ini diterapkan di tengah fluktuasi pasar global serta adanya potensi pembalikan arah teknikal atau technical rebound pada IHSG. Laju Indeks Harga Saham Gabungan memang masih terpengaruh tekanan luar negeri saat ini.

Tekanan tersebut dipicu oleh tren penguatan dolar AS dan arah kebijakan bunga acuan di Amerika Serikat. Walaupun begitu, para pengamat pasar berpendapat bahwa koreksi yang terjadi justru memberikan kesempatan untuk akumulasi.

Investor dapat melakukan akumulasi pada saham dengan fundamental kokoh di tengah kondisi pasar tersebut. IHSG sebelumnya sempat tertahan di level 6.956 usai mendapatkan tekanan jual dari investor asing pada pengujung April lalu.

Sektor perbankan dan energi terlihat mulai memberikan sinyal pemulihan yang cukup kuat bagi para pelaku pasar. Berdasarkan data transaksi, saham-saham perbankan jumbo mampu menunjukkan performa yang melampaui pergerakan indeks.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memimpin penguatan di kategori bank besar setelah melesat di atas 9 persen ke posisi Rp3.260. Di saat yang sama, BBCA naik sekitar 5,56 persen dan BMRI terdongkrak sebesar 5,47 persen.

Tren positif ini dipacu oleh sejumlah faktor krusial, mulai dari valuasi yang sudah mulai terdiskon hingga proyeksi pertumbuhan kredit. BRI Danareksa Sekuritas memprediksi laba perbankan nasional berpotensi menembus Rp205,5 triliun pada 2026.

BBRI dianggap masih memiliki celah untuk melanjutkan kenaikan setelah membukukan pertumbuhan pesat pekan lalu. Analis menyarankan metode buy on weakness dengan titik support di level Rp3.180 dan resistance pada angka Rp3.400.

BBNI pun mulai menarik minat pasar usai secara teknikal membentuk pola higher high dengan valuasi yang tergolong paling rendah. Area support diprediksi berada pada Rp3.760 dengan target resistance menuju Rp4.050.

Terkini