Transaksi Kartu Kredit Bank Mandiri Naik 25 Persen pada Kuartal I 2026

Rabu, 13 Mei 2026 | 13:05:55 WIB
Ilustrasi Kartu Kredit |(sumber foto: NET)

JAKARTA - Bisnis kartu kredit PT Bank Mandiri Tbk menunjukkan pertumbuhan pada tiga bulan pertama 2026. Hal ini terjadi di tengah berlanjutnya adopsi transaksi digital dan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kenaikan transaksi tersebut diikuti oleh pertumbuhan baki debet sebesar 10,1 persen secara tahunan. Selain itu, kualitas aset perseroan juga dilaporkan tetap membaik secara bertahap dalam periode tersebut.

PT Bank Mandiri Tbk mencatat transaksi kartu kredit naik 25 persen secara tahunan pada kuartal I-2026. VP Credit Cards Group Bank Mandiri Agus Hendra Purnama mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan daya beli masyarakat yang masih terjaga.

“Pertumbuhan tersebut mencerminkan daya beli masyarakat yang masih terjaga, terutama pada segmen nasabah konsumtif dan kelas menengah,” ujar Agus Hendra Purnama.

Menurut Agus, kenaikan transaksi didorong oleh peningkatan layanan, antusiasme nasabah terhadap berbagai program promosi. Selain itu, kemudahan transaksi cicilan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan gaya hidup juga menjadi faktor pendorong utama.

Perseroan juga memproyeksikan bisnis kartu kredit masih tumbuh positif hingga akhir 2026. Keyakinan ini didukung oleh peningkatan adopsi transaksi digital dan membaiknya aktivitas ekonomi masyarakat secara luas.

Bank Mandiri menyatakan akan menjaga momentum itu melalui penguatan ekosistem pembayaran dan peningkatan kualitas layanan. Perseroan juga menyediakan program serta fitur yang sesuai dengan kebutuhan nasabah saat ini.

Perseroan terus memperkuat layanan digital, termasuk integrasi kartu kredit dengan aplikasi Livin’ by Mandiri. Fitur ini memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi menggunakan QRIS dengan lebih mudah.

Di sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan kartu kredit disebut masih terjaga. Rasio tersebut menunjukkan perbaikan bertahap dari bulan ke bulan di sepanjang periode berjalan.

Kondisi ini ditopang oleh strategi akuisisi nasabah yang dinilai semakin selektif dan terarah. Hal tersebut berdampak positif sehingga kualitas pemegang kartu menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Bank Mandiri memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, dan pemantauan kualitas portofolio. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesehatan bisnis kartu kredit di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Untuk mendorong penggunaan, perseroan mengandalkan program cicilan 0 persen di berbagai merchant domestik dan internasional. Pengembangan berkelanjutan pada ekosistem digital terus dilakukan guna meningkatkan pengalaman transaksi nasabah.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pengembangan layanan digital MNC Bank melalui aplikasi MotionBank, kami mengulas bagaimana satu platform dipakai untuk memudahkan transaksi harian.

Kami juga menyoroti penambahan fitur yang mendukung gaya hidup cashless. Selain itu, kami mengulas upaya bank memperluas inklusi keuangan digital melalui peningkatan layanan berkelanjutan bagi masyarakat.

Terkini