DJPb Salurkan Rp49,11 Miliar untuk Program KPR FLPP di Bengkulu

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:35:02 WIB
Ilustrasi DJPb (sumber gambar: NET)

BENGKULU – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) menyatakan bahwa realisasi penyaluran subsidi perumahan lewat program KPR FLPP di Provinsi Bengkulu telah menyentuh angka Rp49,11 miliar.

Dana sebesar Rp49,11 miliar tersebut bersumber dari APBN pemerintah pusat yang dialokasikan untuk program KPR FLPP. Tujuannya adalah memperluas akses bagi masyarakat agar bisa memiliki hunian layak dengan biaya yang lebih ekonomis.

"Memang benar hingga awal Mei 2026 realisasi penyaluran program program KPR FLPP sebesar Rp49,11 miliar dan dengan penyaluran tersebut diharapkan membantu masyarakat berpenghasilan rendah, agar lebih mudah memiliki rumah sendiri," ujar Muhammad Irfan Surya Wardhana, Kepala Kanwil DJPb Bengkulu, Selasa (12/5/2026).

Anggaran tersebut dikucurkan untuk mendukung pembiayaan sekitar 417 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Lokasi unit rumah tersebut tersebar di 96 titik perumahan di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.

Irfan menambahkan bahwa pemerintah pusat juga telah menyiapkan dana tambahan sebesar Rp66,78 miliar lewat DIPA pada Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bengkulu.

Dukungan anggaran tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pembangunan di sektor perumahan sehingga program penyediaan hunian bagi masyarakat dapat terlaksana secara maksimal di daerah tersebut.

"Subsidi ini diharapkan mampu meringankan beban cicilan masyarakat sehingga akses kepemilikan rumah menjadi lebih mudah dan terjangkau," ujarnya.

Menurut Irfan, program FLPP merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menyokong pertumbuhan sektor properti. Selain itu, program ini bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian di tingkat daerah.

Pemerintah menargetkan subsidi perumahan ini dapat meningkatkan jumlah kepemilikan rumah layak di Bengkulu. Langkah ini juga diharapkan mampu menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi dan industri properti setempat.

Terkini