Harga Perak Antam Hari Ini Senin 11 Mei 2026 Kembali Terkoreksi

Senin, 11 Mei 2026 | 11:01:00 WIB
Ilustrasi Batangan Emas dan Perak (sumber foto: NET)

JAKARTA - Nilai perak Antam pada hari ini, Senin (11/5/2026), memperlihatkan tren pergerakan yang relatif stabil pada angka Rp46.300 per gram. Posisi ini tetap bertahan setelah pasar logam mulia putih mendapatkan tekanan yang cukup kuat semenjak akhir April lalu di tengah kondisi fluktuasi ekonomi global yang sangat dinamis.

Ketangguhan harga ini memberikan kesempatan bagi para investor yang sedang mengamati tren "kenapa harga perak naik turun" dalam beberapa minggu belakangan. Merujuk pada data resmi dari situs Logam Mulia, harga dasar untuk perak batangan murni masih berada dalam area konsolidasi setelah terjadi pelemahan yang cukup dalam pada pekan-pekan sebelumnya.

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyediakan berbagai macam ukuran perak batangan, mulai dari bobot 250 gram hingga 500 gram. Berdasarkan data terbaru, harga dasar untuk ukuran 250 gram berada pada kisaran Rp12 jutaan, sedangkan untuk ukuran 500 gram ditawarkan pada level Rp24 jutaan.

Terdapat juga aspek "beda harga perak murni dan perak heritage" yang terlihat cukup kontras disebabkan oleh nilai artistik serta kelangkaan pada seri heritage. Para kolektor umumnya lebih meminati varian heritage walaupun nilai per gramnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan perak batangan reguler.

Jika menilik "grafik harga perak bulan april mei", instrumen investasi ini sempat berada di masa keemasannya pada pertengahan April. Pada tanggal 15 April 2026, harga logam mulia putih ini pernah melonjak pesat sebesar Rp2.150 hingga menyentuh angka Rp50.300 per gram, yang menjadi titik tertinggi di periode tersebut.

Namun, tren penguatan itu tidak berlangsung lama. Semenjak 22 April 2026, harga mulai mengalami koreksi yang cukup berarti dengan penurunan senilai Rp1.500 ke level Rp49.550 per gram. Tren pelemahan terus berlanjut hingga akhir bulan April, di mana harga terpangkas secara beruntun pada tanggal 23 dan 24 April masing-masing senilai Rp600 dan Rp650.

Informasi ini bukan saran investasi. Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari otoritas terkait.

Kemerosotan tajam di pengujung April tersebut menyeret harga perak kembali ke zona bawah Rp47.000. Data dari harga-emas.org memperlihatkan bahwa pada 30 April 2026, harga sudah menetap di level Rp46.300 per gram, yang merupakan posisi yang serupa dengan pembukaan perdagangan di hari ini.

Cukup banyak investor yang mulai menimbang "keuntungan simpan perak daripada emas" lantaran ambang batas masuk (entry level) yang dinilai lebih terjangkau. Dengan tingkat harga di bawah Rp50.000 per gram, perak memberikan peluang akumulasi aset dalam jumlah besar bagi para investor ritel yang memiliki modal terbatas.

Selain itu, perak memiliki tingkat permintaan industri yang masif, khususnya untuk kebutuhan komponen teknologi hijau seperti panel surya. Hal tersebut sering kali menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga perak di kancah pasar global ketika permintaan sektor industri mengalami peningkatan yang cepat.

Bagi Anda yang berniat untuk melakukan transaksi, sangat penting untuk memahami "cara hitung pajak beli perak antam" supaya selaras dengan aturan perpajakan yang sedang berlaku. Merujuk pada PMK No. 34/PMK.10/2017, setiap pembelian logam mulia dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemilik NPWP dan 0,9 persen bagi mereka yang tidak memiliki NPWP.

Ada beberapa poin yang patut diperhatikan para investor sebelum memutuskan membeli perak batangan, antara lain memastikan kevalidan sertifikat yang melengkapi tiap unit perak. Selain itu, pantau juga spread (perbedaan harga jual dan beli) yang lazimnya lebih lebar daripada emas, serta pilihlah lokasi penyimpanan yang aman dan kering guna menjaga kualitas fisik perak.

Sampai siang ini, aktivitas jual beli di butik logam mulia terlihat berjalan normal. Analis komoditas memberikan saran agar para investor tetap siaga terhadap perilisan data ekonomi Amerika Serikat pada pekan ini yang berpeluang kembali menggerakkan kurs dolar serta harga komoditas di tingkat global.

Terkini