Purbaya Diskon PPN Mobil Listrik 40 Hingga 100 Persen Mulai Juni 2026

Jumat, 08 Mei 2026 | 13:21:24 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa - (NET)

JAKARTA - Pemerintah memberikan kepastian terkait pemberian insentif berupa subsidi untuk pembelian unit mobil listrik baru. Adapun jumlah kuota yang dialokasikan untuk program insentif mobil listrik ini mencapai 100.000 unit.

Salah satu alat utama dalam upaya pendorong ini adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang akan ditanggung oleh pihak pemerintah. Purbaya bakal merumuskan skema yang dinilai paling efektif untuk diimplementasikan, salah satunya dengan mempertimbangkan komposisi baterainya, baik yang berbasis nikel maupun non-nikel. Purbaya sebelumnya telah mempertimbangkan bahwa penggunaan kandungan nikel pada baterai mobil listrik akan memperoleh insentif yang lebih besar dibandingkan non-nikel. Hal tersebut dilakukan karena pemerintah ingin mempercepat proses hilirisasi dari komoditas mineral kritis tersebut.

"Terus untuk mobil, berikut-berikut variasi, ada yang 100% untuk ppnya (pajak), ada yang 40%, tergantung baterainya," kata Purbaya saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Sementara itu, untuk unit motor listrik baru, pihak pemerintah juga akan mengucurkan insentif senilai Rp 5 juta per unit. Alokasi untuk subsidi motor listrik pada tahun ini ditargetkan sebanyak 100.000 unit.

"Jadi gini motor listrik mobil saya sudah bicarakan Pak Menperin dan Menteri Koordinator Bidan Perekonomian anggarannya masih kami itung. Untuk motor kira-kira Rp5 juta per motor, 5 juta rupiah per motor untuk 100.000 motor," imbuhnya.

Purbaya memberikan penekanan bahwa kebijakan ini mulai akan diaktifkan pada Juni 2026 yang akan datang. Beliau memiliki harapan agar kebijakan ini mampu memicu masyarakat untuk beralih ke penggunaan kendaraan listrik, sehingga memberikan manfaat nyata dalam menekan angka impor BBM.

"Saya ingin itu masuk awal Juni diimplementasi supaya di triwulan II ada dorongan yang penting ada switch dari pemakaian BBM ke listrik sehingga impor BBM kami maupun minyak kami bisa berkurang itu bantu daya tahan ekonomi kami. Jadi jangan lihat subsidinya jadi itu tujuan utamanya ekonomi kami tahan dari sisi energi," tegas Purbaya.

Terkini