Analisis Teknikal IHSG Peluang Cuan ADMR dan INDF di Tengah Reli

Rabu, 06 Mei 2026 | 12:56:09 WIB
IHSG

JAKARTA – Informasi IHSG hari ini mencatatkan kenaikan ke level 7.101,257 meskipun analis memperingatkan adanya risiko koreksi teknikal dalam waktu dekat.

Pergerakan indeks saham domestik pada pembukaan pagi ini menunjukkan dinamika yang cukup fluktuatif namun tetap berada di zona hijau.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 6 Mei 2026, IHSG berada di posisi 7.086,340.

Indeks Harga Saham Gabungan tersebut sempat mengalami pergerakan naik turun sebelum akhirnya menguat kembali secara signifikan.

Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.30 WIB, indeks melonjak sebanyak 44,150 poin atau setara dengan kenaikan 0,63 persen.

Loncatan ini membawa posisi indeks merayap naik ke level 7.101,257 di sesi perdagangan pagi.

Sebanyak 319 saham emiten tercatat menguat, memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan angka indeks secara keseluruhan.

Di sisi lain, terdapat 240 saham yang mengalami pelemahan dan 167 saham lainnya cenderung bergerak stagnan.

Aktivitas pasar pada jam pertama perdagangan ini terlihat sangat bergairah dengan nilai transaksi yang cukup besar.

Total transaksi yang terekam hingga pukul 09.30 WIB mencapai Rp4,468 triliun dengan volume 9,703 miliar lembar saham.

Meski demikian, tim riset harian MNC Sekuritas memberikan catatan penting mengenai arah pergerakan pasar selanjutnya.

IHSG sebelumnya menguat 1,22 persen ke level 7.057 yang juga diikuti dengan munculnya volume pembelian yang cukup kuat.

"Secara teknikal, posisi pergerakan IHSG saat ini sedang berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2)," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa posisi indeks saat ini sebenarnya sedang rawan terkena aksi koreksi teknikal.

Analis memproyeksikan rentang koreksi potensial berada pada kisaran angka 6.645 hingga 6.838 dalam jangka pendek.

Namun jika penguatan berlanjut, level 7.143-7.188 dapat diperhatikan sebagai target terdekat bagi para investor.

Diperkirakan support berada pada level 6.838 serta 6.745, sementara titik resistance dipatok pada angka 7.022 dan 7.240.

Sentimen positif ini juga tidak lepas dari pengaruh performa indeks saham di Amerika Serikat yang baru saja ditutup menguat.

Bursa Wall Street mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat.

S&P 500 dan Nasdaq Composite meroket berkat turunnya harga minyak dunia serta laporan pendapatan perusahaan yang solid.

Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat naik 356,35 poin atau 0,73 persen menuju level 49.298,25.

S&P 500 bertambah 58,47 poin ke posisi 7.259,22, sementara Nasdaq Composite meningkat sebesar 258,33 poin ke 25.326,13.

Di tengah situasi pasar ini, beberapa saham emiten tetap direkomendasikan sebagai pilihan menarik bagi para pelaku trading.

Saham ADMR disarankan untuk dibeli saat melemah di kisaran harga Rp1.825 hingga Rp1.860 per lembarnya.

"ADMR terkoreksi 1,57 persen ke Rp1.880 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun masih berada pada area MA20 dan MA60," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selanjutnya, saham INDF juga masuk dalam kategori Buy on Weakness pada rentang harga Rp6.800 sampai Rp6.950.

Saham RMKE menjadi pilihan untuk Trading Buy pada area Rp3.000-Rp3.120 setelah menguat 3,49 persen ke posisi Rp3.260.

Terakhir, emiten UNTR direkomendasikan untuk dibeli pada saat koreksi di level harga Rp28.175 hingga Rp28.650.

Para pelaku pasar diharapkan tetap disiplin dalam menetapkan batas stoploss untuk mengantisipasi volatilitas indeks yang tinggi.

Kewaspadaan terhadap pergerakan teknikal wave menjadi kunci dalam memaksimalkan cuan di tengah kondisi indeks yang rawan terkoreksi.

Terkini