Strategi BTN Incar Gen Z Lewat Akses KPR Super Apps

Strategi BTN Incar Gen Z Lewat Akses KPR Super Apps
Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka. ( sumber : net )

JAKARTA - Akses pembiayaan dan kepastian kemampuan mencicil menjadi aspek penting bagi generasi muda dalam menentukan hunian pertama.

Tanpa kalkulasi matang, keputusan membeli rumah berisiko membebani keuangan jangka panjang di tengah dinamika biaya hidup yang kian kompleks.

Kebutuhan akan integrasi informasi properti dan rasionalisasi pembiayaan tersebut mengemuka dalam pembukaan Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Pameran yang berlangsung hingga 13 September 2026 ini memadukan konsep online-to-offline guna mempermudah calon pembeli mengakses ragam opsi, mulai dari rumah baru, rumah sekunder, take over KPR, hingga rumah lelang.

SEVP Digital Business PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Thomas Wahyudi, menjelaskan, kemudahan pencarian properti perlu diimbangi dengan edukasi finansial.

Generasi Z dan milenial diimbau untuk tidak sekadar tergiur oleh wujud fisik hunian, melainkan disiplin mengukur rasio utang sejak awal.

"Di sini konsumen, Gen Z, milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa.

Dari mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansialnya," ujar dari Sumbernya.

Masyarakat dapat melakukan simulasi pembiayaan secara digital maupun berkonsultasi secara langsung dengan petugas BTN.

"Kalau Gen Z biasanya digital savvy, mereka bisa menggunakan layanan online.

Tapi kalau ingin bertemu langsung, kami juga punya cabang dan service center," jelas dari Sumbernya.

Penguatan kanal digital tersebut salah satunya diwujudkan melalui balé by BTN.

Super apps tersebut memiliki fitur Bale Properti yang dikembangkan sebagai ekosistem layanan properti terintegrasi.

Melalui fitur tersebut, calon nasabah dapat mencari hunian, melakukan simulasi pembiayaan, mengajukan KPR, hingga memantau proses pengajuan sampai persetujuan.

Termasuk perlengkapan dan furnitur melalui mitra yang tersedia.

Thomas menegaskan, pengembangan layanan tersebut tidak semata-mata berangkat dari produk yang dimiliki BTN.

Melainkan dari kebutuhan nasabah yang terus berubah.

Terutama di kalangan generasi muda.

"Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need.

Kebutuhannya apa, dari situ kami membangun," kata dari Sumbernya.

Menurut Thomas, pendekatan tersebut penting karena proses kepemilikan rumah bagi generasi muda tidak berhenti pada pencarian properti.

Mereka juga membutuhkan informasi mengenai kemampuan pembiayaan serta solusi yang sesuai dengan kondisi finansial masing-masing.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index