7 Hal Penting dari Kerja Sama BEI–AlpacaDB yang Buka Akses Investasi ke Pasar Global

7 Hal Penting dari Kerja Sama BEI–AlpacaDB yang Buka Akses Investasi ke Pasar Global

FINANSIALFOKUS.COM — Bursa Efek Indonesia (BEI) menandatangani nota kesepahaman dengan AlpacaDB, Inc., perusahaan broker-dealer berbasis teknologi asal Amerika Serikat, di gedung BEI Jakarta, Selasa (1/9/2026). Kerja sama ini dirancang untuk mengeksplorasi produk offshore bagi investor Indonesia.

1. Menghubungkan Anggota Bursa ke Pasar Global

Melalui skema ini, Anggota Bursa (AB) domestik nantinya bisa membangun koneksi dengan sistem Alpaca. Sistem tersebut kemudian terhubung langsung ke berbagai bursa efek di luar negeri.

Direktur BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, investor Indonesia bisa terekspos ke banyak bursa global melalui layanan AB domestik.

2. Menjawab Kebutuhan Investasi Asing Selama Ini

Selama ini, AB tidak bisa memberikan layanan investasi untuk instrumen di luar negeri. Banyak masyarakat Indonesia yang membeli saham luar negeri justru menggunakan jasa broker asing atau platform lain.

Kerja sama ini dinilai membuka peluang baru sekaligus menjawab kebutuhan tersebut lewat jalur resmi.

3. Implementasi UU P2SK

Undang-Undang P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan) sebenarnya sudah membuka peluang bagi AB untuk melayani aset atau instrumen investasi luar negeri.

OJK saat ini masih menyusun regulasi turunannya. BEI mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan infrastruktur dan anggotanya lebih awal.

4. Akses ke Lebih dari 50 Bursa Dunia

Alpaca bukan sekadar broker biasa. Platform ini telah mengantongi izin di sejumlah negara dan memiliki koneksi ke lebih dari 50 bursa efek internasional.

Dengan satu pintu koneksi, AB domestik bisa membuka akses ke puluhan pasar modal global untuk nasabahnya.

5. Peran Alpaca Hanya sebagai Sistem Penghubung

Meski menjadi mitra, Alpaca tidak menggantikan peran Anggota Bursa. Layanan kepada investor tetap sepenuhnya diberikan oleh AB domestik.

Alpaca berperan sebagai jembatan teknologi untuk mengakses pasar dan bursa luar negeri.

6. Sumber Pendapatan Baru bagi Anggota Bursa

Jeffrey menilai skema ini menjadi potensi bisnis segar bagi AB. Selama ini, transaksi saham luar negeri oleh warga Indonesia tidak melalui AB domestik, sehingga pendapatan komisi tidak masuk ke bursa lokal.

Ke depan, aliran dana dan fee transaksi bisa dinikmati oleh AB dalam negeri.

7. Bukan Skema yang Sepenuhnya Baru

Jeffrey menyebut layanan investasi lintas negara seperti ini sebenarnya sudah berjalan di negara lain. BEI dan Alpaca tinggal mengadaptasinya dengan kondisi pasar Indonesia.

Langkah ini menempatkan bursa Tanah Air semakin dekat dengan ekosistem keuangan global.

Kerja sama ini masih menunggu aturan turunan dari OJK. Jika rampung, investor ritel Indonesia akan punya akses lebih luas ke instrumen global tanpa harus keluar dari ekosistem bursa domestik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index