Pertagas Kelola Pipa Gas Bawah Laut Sepanjang 369,7 Km

Pertagas Kelola Pipa Gas Bawah Laut Sepanjang 369,7 Km
Pipa gas di Onshore Receiving Facilities. 9 SUMBER : NET )

SURABAYA - PT Pertamina Gas (Pertagas) mengelola jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 630 kilometer di Jawa Timur.

Dari total jaringan tersebut, sekitar 369,7 kilometer di antaranya merupakan pipa yang berada di bawah laut atau offshore.

Supervisor Maintenance Distrik Gresik Pertagas Operation East Java Area (OEJA) Muhammad Maura Gomez dari Sumbernya mengatakan, jaringan pipa bawah laut tersebut menjadi salah satu infrastruktur penting dalam sistem penyaluran gas Pertagas di Jawa Timur.

"Total Jawa Timur itu kan 630 (kilometer) ya. Jadi yang offshore-nya ternyata 369 (kilometer). Jadi setengah dari total yang kita ini di bawah laut 369,7," kata Gomez kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (27/8/2026).

Gomez menjelaskan, pembangunan jaringan pipa bawah laut dimulai sejak 1995.

Salah satu jalur awalnya menghubungkan lapangan gas di Pulau Pagerungan, Kepulauan Kangean, dengan fasilitas penerimaan gas di darat.

"Ini untuk pipa bawah laut itu dari awal pembangunan di Pertagas Jawa Timur itu dari 1995 ya. Itu kita pipa awal bawah laut dari Pagerungan masuk ke sini pertamanya," ujarnya.

Berawal dari Pagerungan Salah satu jalur tersebut bermula dari lapangan gas di Pulau Pagerungan, Kepulauan Kangean, kemudian gas dialirkan menuju Onshore Receiving Facility (ORF) Porong, Sidoarjo, sebelum diteruskan kepada konsumen industri.

Seiring berkembangnya sumber pasokan gas, jaringan pipa tersebut juga terus diperkuat.

Salah satunya melalui tie-in Lapangan MAC milik Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) pada akhir 2023.

Penyambungan tersebut dilakukan menggunakan metode hottap di dasar laut sehingga jaringan dapat terintegrasi dengan sumber pasokan baru.

Saat ini, jaringan pipa tersebut terhubung dengan sejumlah sumber pasokan dan melayani kebutuhan berbagai konsumen industri.

Dari fasilitas offshore menuju ORF, aliran gas mencapai sekitar 400-450 MMSCFD dengan tekanan pipa sekitar 600-700 psi.

Gomez dari Sumbernya mengatakan, konsumen Pertagas di Jawa Timur juga terus bertambah seiring perkembangan jaringan tersebut.

"Awalnya belum ada HCML, belum ada METCO. Dulu dari Pagerungan masuk ke ORF Porong untuk mengalirkan ke petrokimia di sini. Kemudian berkembang lagi menjadi penambahan ada HCML, ada METCO," tuturnya.

Selain HCML dan Madura Energy Co Ltd (METCO), jaringan tersebut kini juga melayani kebutuhan gas PLN Jawa-Bali atau PLN Nusantara Power serta sejumlah industri lainnya.

"Kemudian konsumen kita bertambah PLN Jawa Bali atau Nusantara Power (PLN NP), kemudian ke industri-industri kecil lainnya ada sekitar 8 industri di area Gresik kita supply," jelasnya.

Tantangan Pipa Melintas di Dasar Laut Gomez dari Sumbernya mengatakan, salah satu tantangan dalam menjaga jaringan pipa bawah laut adalah aktivitas kapal dan nelayan yang melintas disekitar jalur pipa.

Oleh karena itu, Pertagas rutin melakukan patroli di wilayah laut untuk memastikan kondisi jaringan tetap aman.

Pertagas juga bekerja sama dengan kepolisian dan TNI, terutama di wilayah Pasuruan, untuk menjaga keamanan jaringan yang merupakan objek vital nasional.

"Karena area kita dekat Pasuruan itu banyak nelayan. Jadi kita kerjasama dengan polisi dan TNI di area Pasuruan untuk menjaga keamanan objek vital nasional kita agar tidak terkena jangkar," tuturnya.

Gomez dari Sumbernya juga mengungkapkan kedalaman yang berbeda-beda tergantung lokasi.

Pada sejumlah titik yang mendekati pulau, pipa berada pada kedalaman sekitar 3-5 meter.

Sementara di wilayah laut yang lebih dalam, posisi pipa dapat mencapai sekitar 60 meter di bawah permukaan laut.

Selain berada di bawah laut, jaringan pipa Pertagas di Jawa Timur juga membentang di daratan dan melewati sejumlah kawasan strategis, termasuk di sekitar Tol Surabaya-Gresik.

Gomez dari Sumbernya menyebut keberadaan jaringan offshore menjadi salah satu karakteristik yang membedakan infrastruktur Pertagas di Jawa Timur dengan wilayah operasi lainnya.

"Mungkin spesialnya di Jawa Timur ini satu-satunya area Pertagas seluruh Indonesia yang memiliki area offshore, pipa offshore," ujarnya.

"Jadi kalau di area lain misalnya di Jawa Barat ya cuma pipa-pipanya ke bawah-bawah gedung-gedung tinggi mungkin ya. Kalau di kita kondisinya di bawah laut dan juga melewati tol di sini," sambungnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index