FINANSIALFOKUS.COM — Bagi investor yang rutin memantau harga logam mulia, penurunan ini menjadi sinyal untuk mencermati selisih antara harga beli dan harga jual kembali. Di laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram dipatok di angka Rp2.718.000, turun tipis dari posisi hari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp2.723.000 per gram.
Selisih atau spread antara harga jual dan harga buyback saat ini tercatat cukup lebar, mencapai Rp140.000 per gram. Artinya, investor yang membeli emas hari ini dan menjualnya kembali dalam waktu dekat akan menghadapi potensi selisih nilai yang signifikan. Kondisi ini membuat emas batangan lebih cocok untuk tujuan investasi jangka panjang ketimbang trading jangka pendek.
Rincian Harga Emas Antam dan Biaya Pajak
Berikut rincian harga emas Antam untuk beberapa ukuran yang berlaku pada Jumat (28/8/2026):
- 1 gram: Rp2.718.000
- 2 gram: Rp5.376.000
- 3 gram: Rp8.039.000
- 5 gram: Rp13.365.000
- 10 gram: Rp26.675.000
Perlu dicatat, setiap transaksi pembelian emas Antam dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen dari harga dasar. Sementara itu, untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, nasabah akan dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen yang dipotong langsung saat transaksi berlangsung.
Pegadaian Ikut Menyesuaikan, Harga UBS Justru Naik
Di lini ritel, PT Pegadaian juga menyesuaikan harga emasnya pada siang hari ini. Harga emas Antam ukuran 1 gram di Pegadaian turun Rp5.000 menjadi Rp2.759.000 per gram. Adapun harga emas Galeri 24 ikut melemah ke level Rp2.657.000 per gram.
Menariknya, harga emas produksi UBS justru bergerak berlawanan arah dengan naik tipis ke posisi Rp2.729.000 per gram. Untuk harga buyback di Pegadaian, emas Antam ukuran 1 gram turun lebih dalam Rp10.000 menjadi Rp2.488.000 per gram. Penurunan serupa juga terjadi pada harga buyback Galeri 24 dan UBS yang sama-sama terkoreksi Rp10.000 per gram.
Investasi Jangka Panjang Lebih Menguntungkan
Fluktuasi harga harian ini mengingatkan investor bahwa emas batangan bukan instrumen untuk mencari keuntungan cepat. Data historis menunjukkan, pembelian emas pada akhir tahun 2024 lalu menghasilkan keuntungan terbesar jika dijual saat ini. Sebaliknya, sejumlah pembelian yang dilakukan sepanjang tahun 2026 tercatat masih mengalami kerugian jika harus dijual sekarang.
Dengan spread yang mencapai Rp140.000 per gram, investor disarankan untuk menghitung dengan cermat potensi keuntungan sebelum memutuskan membeli emas batangan. Semakin lama emas disimpan, semakin besar peluang untuk menutup selisih harga tersebut seiring kenaikan harga logam mulia di pasar global.