Dukung UMKM, BRI Gelar Semarak Merah Putih di Desa Doudo Gresik

Dukung UMKM, BRI Gelar Semarak Merah Putih di Desa Doudo Gresik
Reza (paling kanan) saat meninjau stan kegiatan. ( sumber : net )

SURABAYA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) memperkuat ekonomi lokal Desa Doudo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, melalui program Desa BRILiaN yang diwujudkan lewat kegiatan 'Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI'.

Kegiatan yang digelar Sabtu, 22 Agustus 2026, tersebut menjadi wadah untuk mengembangkan potensi lokal dan UMKM sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

Baca Juga

99.999 Liter Air Bersih Disalurkan PNIB untuk Warga Bojonegoro, Tujuannya Mulia

Pesan jam tangan ROLEX mewah dengan diskon gila-gilaan 90%.

Promosi terbatas!

Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 12 Surabaya Reza Syahrizal Setiaputra mengatakan, Desa Doudo terpilih sebagai salah satu Desa BRILiaN, yakni program pemberdayaan desa yang diinisiasi BRI.

"Desa Brilian adalah desa terpilih yang mendapatkan pembinaan, pendampingan, dan kolaborasi langsung dari insan BRI, khususnya Mantri BRI.

Fokus utamanya adalah pemberdayaan ekonomi, pengembangan potensi lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa," ujar Reza dari Sumbernya, Rabu, 26 Agustus 2026.

Baca Juga

Wabup Alif Serap Aspirasi Warga Benjeng, Bahas Jalan, Banjir dan Pertanian

Menurut Reza dari Sumbernya, 'Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI' digelar serentak di 18 titik di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.

Lokasi kegiatan dipilih dari desa-desa unggulan yang menjadi bagian dari ekosistem Desa BRILiaN.

Khusus di Jawa Timur, terdapat dua titik pelaksanaan, salah satunya Desa Doudo.

Pemilihan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap perjalanan Desa Doudo dalam mengembangkan potensi masyarakat sekaligus membangun kolaborasi bersama BRI.

Baca Juga

Pelaku Curanmor di Cerme Gresik Ditangkap, Motor Korban Dikembalikan

Salah satu fokus pendampingan BRI di Desa Doudo adalah mendorong potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Reza dari Sumbernya menuturkan, sebelum pandemi Covid-19, banyak masyarakat Desa Doudo bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri.

Ketika pandemi menyebabkan banyak warga kembali ke desa, kondisi tersebut justru menjadi momentum untuk mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis potensi lokal.

BRI kemudian memberikan pendampingan terhadap sejumlah potensi usaha, di antaranya pengolahan komoditas biji mente dan budidaya Aloe Vera atau lidah buaya.

Pendampingan tersebut tidak berhenti pada aspek pembiayaan.

BRI mendorong pengembangan usaha dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan kualitas produksi, pengemasan, pemasaran, hingga perluasan akses pasar.

"Harapannya bukan hanya produknya yang berkembang, tetapi ada perubahan dan nilai tambah yang benar-benar dirasakan warga," imbuh Reza dari Sumbernya.

Menurutnya, pemberdayaan desa tidak cukup hanya dengan menghadirkan modal.

Pendampingan, peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan, serta akses pasar diperlukan agar usaha masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index