BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia yang Terintegrasi Transaksi QRIS

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia yang Terintegrasi Transaksi QRIS
BI bersama ASPI meluncurkan Kartu Kredit Indonesia. ( sumber : net )

JAKARTA - Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia merilis Kartu Kredit Indonesia segmen ritel bagi perseorangan dan perusahaan sebagai alat pembayaran tunda domestik.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy mengemukakan, KKI ritel dihadirkan guna menjangkau kalangan pemakai pembayaran kredit di kalangan generasi muda yang kian menguasai lanskap transaksi nontunai.

"Paling tidak pangsa masyarakat yang saat ini memang akhir-akhir ini terutama yang digerakkan oleh generasi Z dan generasi milenial, pengguna sumber dana kredit ini bisa masuk ke dalam KKI segmen ritel ini," ujar Ryan dari Sumbernya.

Ryan memaparkan, pada permulaan, KKI diterbitkan dalam wujud kartu digital untuk transaksi QRIS pindai maupun QRIS nirsentuh.

Ryan menambahkan pengembangan KKI dikerjakan secara berangsur, mulai dari fitur pembayaran QRIS, disusul pembayaran daring, sampai penerbitan kartu fisik.

Pada fase perdana, peluncuran KKI dikerjakan oleh sejumlah Penyelenggara Jasa Pembayaran, yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata Bank, Bank Mega, serta BSI untuk skema pembiayaan syariah.

Di dalam momentum yang serupa, Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti mengutarakan, kemunculan KKI ritel merupakan wujud kedaulatan sistem pembayaran nasional di samping instrumen penopang daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Destry menyebut, penerapan KKI sebagai alternatif instrumen pembayaran tunda domestik yang efisien, pruden, serta terpadu dengan infrastruktur sistem pembayaran nasional.

"Kehadiran skema domestik ini memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk masuk dalam ekosistem digital dan menyediakan alternatif fasilitas kredit untuk menopang konsumsi masyarakat," tutur Destry dari Sumbernya.

Sementara itu, Ketua ASPI Santoso Liem memperkirakan, kemunculan KKI yang tersambung dengan QRIS berpeluang mengalihkan bagian transaksi kartu kredit konvensional ke skema lokal sampai 10 persen.

Saat ini, pangsa pasar kartu kredit di dalam industri tercatat tinggal sekitar 15 persen seiring cepatnya adopsi QRIS.

"Jadi kami harapkan dengan kartu kredit KKI ini sudah mulai di-introduce dengan QRIS, kami harapkan di antara 15 persen itu, mungkin 10 persen akan pindah," jelas Santoso dari Sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index