Permintaan KPR Australia Anjlok, ANZ Raup Laba A$1,9 Miliar

Permintaan KPR Australia Anjlok, ANZ Raup Laba A$1,9 Miliar
Pengajuan KPR Australia. ( sumber : net )

SYDNEY - Permintaan kredit pemilikan rumah di Australia mulai tertekan usai pemerintah menghapus sejumlah insentif pajak guna investasi properti.

Bank ANZ Group mendapati pengajuan KPR anjlok 12 persen semenjak aturan tersebut diberlakukan.

ANZ menjadi bank besar keempat Australia yang melaporkan penurunan permintaan KPR selepas perubahan kebijakan pajak properti dalam anggaran pemerintah Mei lalu.

Sebelumnya, bank-bank besar lain juga mencatat penurunan pengajuan KPR sekitar 12 persen hingga 20 persen.

Di tengah tekanan pasar properti, ANZ masih sanggup mencatat laba tunai senilai A$1,9 miliar pada kuartal III yang berakhir Juni 2026.

Kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan margin bunga bersih sebesar 1 basis poin menjadi 1,54 persen.

Pendapatan bunga bersih ANZ, di luar bidang pasar, juga meningkat 2 persen dibandingkan rata-rata kuartalan pada semester I 2026.

Pertumbuhan kredit serta perbaikan margin menjadi sandaran utama kinerja bank.

Dari sisi efisiensi, ANZ berhasil memangkas biaya 3 persen menjadi A$2,75 miliar pada kuartal tersebut.

Perbaikan biaya ini turut memperoleh tanggapan positif dari pasar sehingga saham ANZ sempat melonjak 3,4 persen, ketika indeks S&P/ASX200 justru turun 0,4 persen.

Dalam laporan dari Sumbernya (13/8), Analis Citigroup Thomas Strong menilai, kinerja biaya ANZ yang lebih baik menjadi salah satu faktor positif bagi investor.

Tekanan terhadap pasar properti Australia juga tampak dari aktivitas lelang rumah yang berada di level terendah dalam enam tahun.

Sementara itu, harga properti rata-rata sudah turun sekitar 2 persen dalam empat bulan terakhir.

Situasi tersebut menjadi perhatian serius bagi industri perbankan Australia.

Empat bank terbesar menguasai lebih dari 70 persen pasar KPR nasional sehingga pelemahan pembiayaan perumahan berpotensi memengaruhi pertumbuhan pendapatan sektor perbankan.

Meski begitu, mutu aset ANZ masih relatif terjaga.

Bank hanya mencatat beban kredit bermasalah sebesar A$102 juta pada kuartal III, jauh di bawah perkiraan analis sampai A$205 juta.

Kredit bermasalah juga tetap stabil meski Australia telah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini.

Dari sisi permodalan, rasio common equity tier 1 ANZ mencapai 12,51 persen per 30 Juni 2026.

Jefferies bahkan, menaikkan proyeksi laba per saham ANZ untuk 2026 dan 2027 masing-masing 2 persen, meski tetap memberikan rekomendasi hold untuk saham bank tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index