BI Balikpapan Waspadai Dampak Kemarau terhadap Inflasi Penajam

BI Balikpapan Waspadai Dampak Kemarau terhadap Inflasi Penajam
Los pedagang penjual ikan di salah satu pasar tradisional di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. ( SUMBER : NET )

PENAJAM - Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan mewaspadai risiko musim kemarau dan potensi El Nino mempengaruhi inflasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, karena sejumlah pasokan komoditas bahan kebutuhan pokok masyarakat di kabupaten ini didatangkan dari luar daerah.

"Risiko musim kemarau dan potensi El Nino diwaspadai, karena dapat menekan produksi pangan, khususnya di Jawa sebagai salah satu sentra pasokan utama," ujar dari Sumbernya ketika ditanya menyangkut menjaga stabilitas harga bahan pokok, di Penajam, Sabtu.

Prakiraan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi juga mempengaruhi inflasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, karena pasokan sejumlah bahan pangan kabupaten itu masih bergantung dari luar daerah, seperti Pula Jawa dan Sulawesi,

Apabila produksi pangan menurun dari daerah sentra penghasil akibat risiko musim kemarau dan potensi El Nino, kata dari Sumbernya lagi, pasokan kebutuhan bahan pangan Kabupaten Penajam Paser Utara juga bakal ikut berkurang.

"Cuaca ekstrem dan gelombang besar menghambat pengiriman pasokan bahan pangan, kondisi itu bisa mengganggu distribusi bahan pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara," katanyanya pula.

Dalam menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia bersama tim pengendalian inflasi daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan pemantauan harga, operasi pasar, kerja sama antardaerah, serta menggalakkan pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pangan.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan juga terus melakukan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera untuk menjaga daya beli masyarakat di wilayah kerja, yakni Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.

Kemudian, mengoptimalkan peta jalan atau panduan strategis pengendalian inflasi daerah 2025-2027, agar inflasi di tiga wilayah kerja tetap berada dalam target sasaran inflasi nasional 2,5 persen ± satu persen.

Berdasarkan data indeks harga konsumen inflasi bulanan Kabupaten Penajam Paser Utara pada Juli 2026 berada di angka 0,28 persen, ujar dari Sumbernya pula, dan secara tahunan sebesar 2,34 persen.

Inflasi Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai besar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kata dari Sumbernya lagi, komoditas penyumbang inflasi terbesar, yakni daging ayam ras, ikan tongkol, ikan layang, bensin, dan bahan bakar rumah tangga.

Kenaikan harga bahan pangan disebabkan pasokan terbatas, penyesuaian harga energi, biaya distribusi dan operasional meningkat, tetapi sejumlah harga barang ada yang mengalami penurunan seperti cabai rawit, tomat, buncis, jagung manis, dan kacang panjang karena pasokan dari sentra produksi meningkat, demikian dari Sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index