IHSG Ditutup Melemah Ke Level 6.343,71 Di Akhir Perdagangan

IHSG Ditutup Melemah Ke Level 6.343,71 Di Akhir Perdagangan
IHSG. ( sumber : net )

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah setelah terkoreksi tipis pada penutupan perdagangan Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG hari ini ditutup melemah 7,43 poin atau 0,12 persen ke level 6.343,71.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat di level 6.379,92 dan bergerak dalam rentang 6.324,06 hingga 6.388,20 sebelum akhirnya ditutup di bawah posisi pembukaan.

Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 11.094 triliun.

Aktivitas perdagangan di bursa saham Indonesia masih tergolong ramai.

Volume transaksi mencapai sekitar 53,50 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp 18,16 triliun.

Frekuensi transaksi tercatat tinggi, sementara pergerakan saham menunjukkan 278 saham menguat, 331 saham melemah, dan 354 saham tidak mengalami perubahan.

Pelemahan IHSG juga tercermin pada sejumlah indeks utama.

Indeks LQ45 turun 0,49 persen menjadi 630,86, disusul Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 0,68 persen ke 380,53.

Indeks KOMPAS100 terkoreksi 0,28 persen menjadi 832,73, ISSI turun 0,29 persen ke 219,16, IDX30 melemah 0,46 persen ke 354,26, serta JII70 turun 0,56 persen menjadi 148,28.

Di jajaran saham unggulan LQ45, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi pencetak kenaikan terbesar setelah melesat 7,92 persen.

Posisi berikutnya ditempati saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang naik 6,67 persen dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang menguat 6 persen.

Sebaliknya, tekanan jual paling besar terjadi pada saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang turun 3,64 persen.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melemah 2,41 persen, sedangkan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) terkoreksi 2,34 persen.

Mayoritas Sektor Melemah

Pergerakan sektoral menunjukkan tekanan masih mendominasi perdagangan.

Dari 11 indeks sektoral BEI, hanya empat sektor yang berhasil bertahan di zona hijau, sedangkan tujuh sektor lainnya ditutup melemah mengikuti koreksi IHSG.

Sektor energi menjadi penopang utama pasar setelah melonjak 1,43 persen ke level 3.068,72.

Penguatan juga terjadi pada sektor perindustrian yang naik 0,86 persen dan sektor transportasi yang menguat 0,59 persen.

Sektor barang konsumsi siklikal turut mencatat kenaikan tipis sebesar 0,12 persen.

Di sisi lain, sektor properti mengalami pelemahan terdalam dengan penurunan 0,70 persen.

Sektor kesehatan turun 0,48 persen, diikuti sektor teknologi yang terkoreksi 0,40 persen.

Pelemahan juga terjadi pada sektor barang konsumsi primer, keuangan, bahan baku, dan infrastruktur, meski dengan penurunan yang relatif terbatas.

Komposisi pergerakan sektoral tersebut mencerminkan investor masih melakukan rotasi ke saham-saham berbasis komoditas dan industri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index