Program Desa BRILiaN 1.000 HPK Diluncurkan BRI Peduli & RBF

Program Desa BRILiaN 1.000 HPK Diluncurkan BRI Peduli & RBF
BRI Peduli. ( sumber : net )

KABUPATEN SLEMAN - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Peduli bersama Rabu Biru Foundation (RBF) meluncurkan Program Desa BRILiaN 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK) di Desa Hargobinangun, Kabupaten Sleman.

Program ini merupakan bentuk investasi sosial yang berfokus pada penguatan layanan Posyandu sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia sejak awal kehidupan.

Melalui kolaborasi tersebut, BRI Peduli memberikan dukungan pendanaan dan penguatan pembangunan desa melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Sementara itu, Rabu Biru Foundation bertindak sebagai mitra implementasi strategis yang mengembangkan sekaligus menjalankan model penguatan layanan Posyandu berbasis masyarakat.

Program Desa BRILiaN 1.000 HPK dirancang sebagai implementasi penguatan layanan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.

Sebagai langkah awal, Rabu Biru Foundation merevitalisasi Posyandu Matahari di Desa Hargobinangun yang akan menjadi proyek percontohan dalam Program Desa BRILiaN 1.000 HPK.

Posyandu tersebut diresmikan oleh Vice President CSR BRI Dinne Shovia Tresna bersama Bupati Sleman Harda Kiswaya, didampingi Ketua Rabu Biru Foundation Toro Sudarmadi serta Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dr. Niken Wastu Palupi.

Vice President CSR BRI Dinne Shovia Tresna mengatakan, revitalisasi Posyandu tidak hanya menghadirkan pembaruan sarana dan prasarana, tetapi juga mentransformasikan Posyandu menjadi pusat layanan kesehatan ibu dan anak, edukasi gizi, penguatan kapasitas kader, serta pendampingan keluarga pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

"Ke depan, Posyandu Matahari diharapkan menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi di berbagai daerah dalam mendukung penguatan layanan primer dan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045," ujar dari Sumbernya.

Menurutnya, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan fase paling krusial yang menentukan kualitas kesehatan, perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga daya saing bangsa di masa depan.

"Oleh karena itu, investasi pada periode ini merupakan investasi jangka panjang bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045," katanya.

Ketua Rabu Biru Foundation Toro Sudarmadi menegaskan Posyandu perlu dipandang lebih luas, bukan sekadar tempat pelayanan kesehatan dasar rutin.

"Posyandu harus menjadi pusat layanan 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat, tetapi juga memperkuat edukasi gizi, pemberdayaan kader, dan pendampingan keluarga. Dari Posyandu yang kuat, kami membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul," ujar dari Sumbernya.

Dinne menambahkan, investasi sosial yang dilakukan BRI Peduli melalui Program Desa BRILiaN merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui intervensi pada periode yang paling menentukan.

"Melalui Program Desa BRILiaN 1.000 HPK, BRI Peduli berinvestasi pada periode paling menentukan dalam kehidupan manusia. Kami percaya, setiap anak yang tumbuh sehat sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan adalah investasi terbaik menuju Indonesia Emas 2045," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"Keberhasilan Program 1.000 HPK membutuhkan kolaborasi semua pihak. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan setiap ibu dan anak memperoleh layanan terbaik sejak awal kehidupan," ujarnya.

Menurut Harda, Program Desa BRILiaN 1.000 HPK dikembangkan sebagai model kolaborasi yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Selain memperkuat layanan Posyandu, program ini juga membangun koordinasi antara pemerintah desa, puskesmas, dinas kesehatan, sektor swasta, dan masyarakat sehingga setiap intervensi kepada ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita dapat dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Melalui Program Desa BRILiaN 1.000 HPK, BRI Peduli dan Rabu Biru Foundation berharap dapat menghadirkan model investasi sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi lebih banyak mitra pembangunan untuk berkolaborasi memperkuat Program 1.000 Hari Pertama Kehidupan di Indonesia.

Sebab, membangun generasi emas tidak dimulai saat seseorang memasuki usia produktif, melainkan sejak hari-hari pertama kehidupannya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index