NEW YORK – Harga emas dunia melemah tipis pada perdagangan Rabu (29/7/2026) seiring dolar Amerika Serikat (AS) bertahan kuat dan pelaku pasar menanti hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan memberikan petunjuk mengenai arah inflasi dan suku bunga AS.
Harga emas spot turun 0,1% menjadi US$ 4.021,87 per ons troi.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 0,4% menjadi US$ 4.021,70 per ons troi.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,1% menjadi US$ 57,20 per ons troi.
Harga platinum menguat 0,1% menjadi US$ 1.605,96 per ons troi, sedangkan palladium turun 0,1% menjadi US$ 1.268,35 per ons troi.
The Fed dijadwalkan mengakhiri rapat kebijakan moneter selama dua hari pada Rabu (29/7/2026).
Mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Berdasarkan FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang sebesar 70% bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga, sedangkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 30%.
Untuk pertemuan September 2026, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga mencapai 76%.
Selain The Fed, Bank of England dan Bank of Japan juga diperkirakan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan kebijakan masing-masing pada Kamis (30/7/2026) dan Jumat (31/7/2026), sembari tetap mewaspadai tekanan inflasi.
Di sisi lain, indeks dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam satu bulan terakhir.
Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain sehingga menekan permintaan.
Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar.
Komando Pusat AS (US Central Command) menyatakan Iran meluncurkan beberapa rudal balistik dalam upaya menyerang pasukan AS yang berada di Timur Tengah.
Seluruh rudal tersebut dilaporkan berhasil dicegat.
Dalam perkembangan terpisah, Oman mengajukan rencana yang didukung sejumlah negara Teluk untuk mengelola Selat Hormuz, termasuk penerapan pungutan sukarela bagi kapal yang melintas.
Namun, pemerintah AS kembali menolak usulan pemberlakuan tarif atau biaya bagi kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.
Adapun Commerzbank memangkas proyeksi harga emas pada akhir 2026 menjadi US$ 4.500 per ons troi.
Bank tersebut juga memperkirakan harga perak dapat mencapai US$ 67 per ons troi pada akhir tahun.