Realisasi Penyaluran KUR Perumahan BRI Capai Rp 10,9 Triliun

Realisasi Penyaluran KUR Perumahan BRI Capai Rp 10,9 Triliun
Direktur Utama BRI Hery Gunardi. ( sumber : net )

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI hampir menuntaskan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang diberikan pemerintah pada 2026.

Hingga 26 Juli 2026, realisasi penyaluran telah mencapai Rp 10,9 triliun atau sekitar 90,8 persen dari target Rp 12 triliun.

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan, capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat dan pelaku usaha terhadap program KUR Perumahan yang menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem sektor perumahan.

"Per tanggal 26 Juli, KUR Perumahan sendiri sudah menyalurkan sekitar Rp 10,9 triliun dari target Rp 12 triliun yang diberikan pemerintah kepada BRI. Dengan angka tersebut, saya pikir target ini akan bisa dicapai tahun ini," ujar Aris, usai bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara di Jakarta, Senin (27/7/2026), dari Sumbernya.

Menurut Aris, penyaluran KUR Perumahan tidak hanya menyasar masyarakat yang membeli rumah, tetapi juga mendukung pelaku usaha pada rantai pasok sektor perumahan.

Dari sisi suplai, pembiayaan diberikan kepada toko bangunan, distributor bahan bangunan, kontraktor, hingga penyedia material konstruksi.

Sementara dari sisi permintaan, KUR Perumahan mendukung masyarakat melalui pembiayaan kepemilikan rumah.

Aris menjelaskan, keberhasilan penyaluran KUR Perumahan ditopang oleh jaringan layanan BRI yang tersebar luas di seluruh Indonesia, basis nasabah yang besar, serta pengalaman perseroan dalam melayani segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Pertama, kami memiliki jaringan kantor yang luas. Kedua, jumlah nasabah yang besar. Dan yang ketiga, jangan lupa BRI adalah bank UMKM yang memang DNA-nya melayani nasabah UMKM. Di situlah posisi BRI sangat kuat dalam mendukung penyaluran KUR Perumahan ini," kata Aris.

Dia menambahkan, BRI akan terus mendukung program pemerintah agar penyaluran KUR Perumahan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha di sektor perumahan.

"Kami berharap KUR Perumahan ini tidak hanya bermanfaat bagi nasabah BRI, tetapi juga mampu mendukung program pemerintah dalam memperkuat ekosistem perumahan secara lebih luas," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara mengungkapkan pemerintah meningkatkan kuota nasional KUR Perumahan dari sekitar Rp 36 triliun menjadi Rp 50 triliun karena tingginya serapan program yang belum genap berjalan satu tahun.

Menurut dia, lebih dari 50 persen realisasi penyaluran KUR Perumahan secara nasional berasal dari BRI. 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index