Sektor Rumah Tapak AS Melemah Akibat Suku Bunga KPR yang Tinggi

Sektor Rumah Tapak AS Melemah Akibat Suku Bunga KPR yang Tinggi
Papan tanda dijual di luar rumah di Los Angeles. ( sumber : net )

WASHINGTON - Pembangunan rumah tapak di Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada Juni 2026.

Penurunan yang terjadi selama tiga bulan berturut-turut itu mencerminkan masih lesunya sektor perumahan akibat tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR), biaya pembangunan yang meningkat, serta masih banyaknya stok rumah baru yang belum terserap pasar.

Berdasarkan laporan yang dirilis Departemen Perdagangan pada Jumat menunjukkan pembangunan rumah tapak turun 0,2 persen secara bulanan menjadi 895.000 unit dalam hitungan tahunan yang telah disesuaikan secara musiman.

Secara tahunan, angka tersebut turun 3,2 persen.

Penurunan terjadi di kawasan Timur Laut, Selatan, dan Midwest, sedangkan wilayah Barat mencatat kenaikan aktivitas pembangunan.

Prospek sektor perumahan juga tercermin dari izin pembangunan rumah tapak yang turun 2,4 persen menjadi 871.000 unit, level terendah sejak Agustus 2025.

Secara tahunan, izin pembangunan turun 0,2 persen.

Tekanan terhadap sektor perumahan diperkirakan masih berlanjut karena tingginya suku bunga KPR membuat banyak calon pembeli menunda pembelian rumah.

Suku bunga KPR tenor tetap 30 tahun, yang paling banyak digunakan di AS, rata-rata mencapai 6,55 persen pada pekan ini atau menjadi yang tertinggi dalam 11 bulan, dari Sumbernya.

Di sisi lain, pengembang berharap undang-undang bipartisan mengenai keterjangkauan perumahan yang baru disahkan Kongres AS dapat membantu memperbaiki kondisi pasar.

Regulasi tersebut antara lain menyederhanakan kajian lingkungan dan mendorong reformasi aturan zonasi, meski dampaknya diperkirakan baru akan terasa dalam beberapa waktu ke depan.

“Potensi peningkatan pembangunan perumahan dari penyederhanakan kajian lingkungan, pelonggaran aturan untuk rumah manufaktur, dan dorongan reformasi zonasi akan membutuhkan waktu sebelum dampaknya terasa,” kata Kepala Ekonom AS Pantheon Macroeconomics, Samuel Tombs.

“Investasi riil di sektor perumahan akan sedikit membebani pertumbuhan PDB dalam beberapa kuartal ke depan,” imbuhnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index