JAKARTA - Nilai Ethereum pada hari ini tercatat mengalami penurunan sebesar 3,09 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Berdasarkan data pasar terbaru, pergerakan aset kripto ini dalam 1 jam belakangan terkoreksi 0,27 persen, walaupun dalam rentang sepekan terakhir masih membukukan kenaikan 6,74 persen menuju posisi 1.854,07 dollar AS per koin.
Adapun kapitalisasi pasar yang dimiliki Ethereum saat ini telah menyentuh angka 223,9 miliar dollar AS.
Secara rata-rata dalam durasi 24 jam, volume perdagangan aset digital ini justru masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,08 persen.
Pergerakan ke zona merah ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak kemarin sore, saat ETH perlahan meluncur turun menuju level 1.885,54 dollar AS.
Untuk perdagangan pagi ini, posisi Ethereum diharapkan masih mampu bertahan agar tidak jatuh di bawah level psikologis 1.850,00 dollar AS.
Koreksi pada grafik perdagangan aset kripto terbesar kedua ini ditengarai kuat akibat dari eskalasi ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Penurunan Ethereum hingga 3,26 persen menuju level 1.860,14 dollar AS dalam rentang harian ini menunjukkan performa yang relatif lebih lemah dibandingkan dengan koreksi pasar kripto secara umum.
Kondisi tersebut terutama dipicu oleh hadirnya sentimen makro risk-off yang bersumber dari gejolak politik internasional.
Selain itu, aset digital ini juga memperlihatkan tingkat korelasi harian yang cukup kuat dengan pergerakan indeks saham S&P 500 serta komoditas emas, yang menandakan bahwa fluktuasi harganya sangat dipengaruhi oleh aspek likuiditas domestik maupun dinamika suku bunga global.