Sentimen Wall Street Positif, IHSG Uji Support 5.980-6.000

Sentimen Wall Street Positif, IHSG Uji Support 5.980-6.000
Ilustrasi IHSG. (FOTO:NET)

JAKARTA - Laporan harian dari BNI Sekuritas mengonfirmasi bahwa indeks saham di Wall Street kompak berakhir di zona hijau pada sesi perdagangan Selasa (14/7), yang ditopang oleh rilis data inflasi yang lebih jinak dari prediksi pasar serta pulihnya saham-saham sektor semikonduktor.

Indeks S&P 500 terkerek naik 0,38%, Nasdaq Composite melaju 0,9%, dan Dow Jones Industrial Average terapresiasi tipis 0,02%.

Laju penguatan di bursa Wall Street sempat terhambat akibat anjloknya saham IBM yang mencapai 25% setelah manajemen memproyeksikan laba kuartal II-2026 berada di bawah ekspektasi pasar menyusul penurunan permintaan di segmen infrastruktur dan perangkat lunak.

VanEck Semiconductor ETF (SMH) terapresiasi 2,5%, sedangkan saham Applied Materials serta Teradyne masing-masing melesat di atas 3%.

Saham Lam Research dan Micron Technology melonjak mendekati 5%, sementara STMicroelectronics menguat di atas 2%.

Kabar positif lain datang dari data inflasi Amerika Serikat, di mana IHK (CPI) untuk periode Juni merosot 0,4% MoM, yang membuat inflasi tahunan (YoY) melandai ke level 3,5%.

Realisasi tersebut tercatat lebih rendah daripada proyeksi konsensus yang mematok penurunan 0,2% MoM dengan inflasi tahunan di level 3,8%.

Data inflasi tersebut melahirkan optimisme baru di kalangan pelaku pasar bahwa bank sentral The Fed tidak akan terburu-buru mengerek suku bunga acuan.

Probabilitas peningkatan suku bunga pada rapat Juli mendatang menyusut ke angka 17% dari estimasi sebelumnya yang sempat menyentuh 42%.

Beralih ke sektor perbankan, saham Goldman Sachs melejit hingga 9% pasca merilis kinerja laba kuartal III yang melampaui ekspektasi.

Saham JPMorgan Chase serta Bank of America ikut terdongkrak lebih dari 2% seiring laporan keuangan mereka yang disambut positif oleh para pemodal.

Di wilayah lain, bursa saham Asia bergerak variatif dengan kecenderungan menguat pada sesi perdagangan Senin (14/7).

Indeks Nikkei 225 di Jepang terangkat sebesar 0,74%, dan indeks Topix terkerek naik 0,79%.

Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,73%, sedangkan indeks Kosdaq justru melemah 1,92%.

Di sisi lain, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,52%, Taiex Taiwan terdepresiasi 1,42%, dan indeks ASX 200 Australia ditutup stagnan.

Sementara itu, indeks FTSE Straits Times terapresiasi 0,43% dan FTSE Malay KLCI menanjak 1,27%.

Pergerakan bursa saham regional Asia terpantau fluktuatif di saat harga komoditas minyak mentah menyentuh level tertinggi dalam sebulan terakhir menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang kembali mengumumkan pemblokiran pelayaran Iran di Teluk Persia serta berencana membebankan tarif 20% untuk kapal yang melewati Selat Hormuz.

Di sisi lain, data inflasi bulanan untuk Juni juga dijadwalkan rilis pada hari Selasa, dengan agenda publikasi indeks harga konsumen terbaru pada pukul 8:30 pagi waktu ET.

Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin (14/7) ditutup terapresiasi 0,03%, namun pergerakan tersebut masih diwarnai oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp886 Miliar.

Adapun jajaran emiten yang paling banyak dilepas oleh investor asing meliputi BBRI, BMRI, BBCA, ASII, AMMN, dan PGAS.

“IHSG akan tes support di 5980-6000, jika kuat di area tersebut, potensi melanjutkan kenaikan. Diperkirakan Support IHSG: 5980-6000 dan Resist IHSG: 6100-6150,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Rabu (15/7).

Lebih lanjut, riset tersebut menyodorkan sejumlah saham yang dapat dijadikan alternatif Trading Idea untuk hari ini: EMAS, WIFI, INET, ARCI, HRTA, dan MBMA.

Berikut merupakan rincian rekomendasi untuk aktivitas tradingnya:

EMAS Spec Buy lewat rentang pembelian di 5675-5725, dengan level cutloss jika berada di bawah 5625.

Target terdekat dipatok pada level 5775-5850.

WIFI Spec Buy lewat rentang pembelian di 1800-1830, dengan level cutloss jika berada di bawah 1760.

Target terdekat dipatok pada level 1850-1890.

INET Spec Buy lewat rentang pembelian di 214-218, dengan level cutloss jika berada di bawah 208.

Target terdekat dipatok pada level 224-232.

ARCI Buy if Break 1050, dengan acuan target terdekat pada kisaran 1065-1120.

Cutloss jika berada di bawah level 1020.

HRTA Spec Buy lewat rentang pembelian di 1810-1840, dengan level cutloss jika berada di bawah 1800.

Target terdekat dipatok pada level 1855-1925.

MBMA Spec Buy lewat rentang pembelian di 505-510, dengan level cutloss jika berada di bawah 496.

Target terdekat dipatok pada level 515-530.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index