Cek Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Cek Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini
Ilustrasi Emas Batangan. (FOTO:NET)

JAKARTA - Nilai jual emas batangan di Pegadaian pada sesi perdagangan Selasa, 14 Juli 2026, terpantau masih bergerak konstan di tengah situasi pasar dunia yang bergejolak.

Produk buatan Antam tetap menempati posisi logam mulia dengan nominal jual tertinggi bila dikomparasikan dengan UBS dan Galeri 24, sedangkan pada pasar global nilai emas justru mendapati tekanan hingga merosot lagi ke bawah level psikologis US$4.000 per troy ons.

Dinamika yang bertolak belakang antara harga emas dalam negeri dan bursa internasional memperlihatkan bahwa para penanam modal masih mencermati bermacam elemen, mulai dari fluktuasi kurs rupiah, tingkat permintaan fisik emas di pasar domestik, hingga memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang turut memengaruhi arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Mengacu pada daftar harga resmi yang dirilis Pegadaian, emas Antam untuk pecahan 1 gram dipasarkan pada nominal Rp2.741.000.

Angka tersebut terpantau lebih tinggi bila disandingkan dengan emas UBS yang ditawarkan senilai Rp2.620.000, sementara produk Galeri 24 menjadi pilihan paling murah pada level Rp2.608.000.

Disparitas nominal tersebut dipengaruhi oleh faktor merek, ongkos produksi, tingkat likuiditas, hingga volume permintaan di pasar ritel.

Produk Antam pada umumnya memiliki harga premium lantaran telah mengantongi lisensi resmi dari London Bullion Market Association (LBMA) sehingga lebih efisien untuk diperjualbelikan, termasuk pada lingkup pasar internasional.

“Di tengah fluktuasi harga emas global, masyarakat tetap menjadikan emas sebagai salah satu instrumen lindung nilai (safe haven) untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Namun, investor tetap perlu memperhatikan selisih harga jual dan buyback sebelum memutuskan bertransaksi,” demikian gambaran kondisi pasar berdasarkan data Pegadaian dan perkembangan pasar logam mulia global.

Harga Emas Pegadaian 14 Juli 2026

Untuk pecahan unit kecil, emas Antam dengan berat 0,5 gram dilego senilai Rp1.423.000, sedangkan varian UBS sebesar Rp1.416.000 dan Galeri 24 dipatok Rp1.368.000.

Pada pecahan ukuran 2 gram, nilai jual Antam menyentuh nominal Rp5.419.000, sementara produk UBS dibanderol seharga Rp5.200.000 dan Galeri 24 berada di angka Rp5.153.000.

Bagi penanam modal yang melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar, emas pecahan 5 gram dipasarkan dengan harga:

Antam: Rp13.468.000

UBS: Rp12.850.000

Galeri 24: Rp12.787.000

Sementara untuk pecahan ukuran 50 gram ditawarkan dengan harga:

Antam: Rp134.051.000

UBS: Rp127.310.000

Galeri 24: Rp126.750.000

Adapun untuk pecahan ukuran 100 gram dilego senilai:

Antam: Rp268.021.000

UBS: Rp254.518.000

Galeri 24: Rp253.374.000

Untuk satuan pecahan terbesar yakni 1.000 gram, pihak Pegadaian pada hari ini hanya menyediakan stok untuk produk Galeri 24 dengan nilai Rp2.527.510.000, sedangkan untuk merek Antam serta UBS diinformasikan belum tersedia.

Harga Buyback Masih Kompetitif

Bukan hanya harga jual, pihak Pegadaian juga turut memperbarui daftar harga pembelian kembali (buyback).

Untuk satuan ukuran 1 gram, nilai buyback bagi produk Antam serta UBS berada pada level yang sama yaitu Rp2.438.000, sedangkan produk Galeri 24 didapati sedikit lebih tinggi pada nominal Rp2.446.000.

Jarak antara nominal harga jual dan buyback atau kerap disebut spread menjadi salah satu elemen krusial yang wajib dikalkulasi oleh pemodal, khususnya bagi mereka yang menjalankan investasi untuk durasi pendek.

Harga Emas Dunia Tertekan

Di sisi lain, pergerakan pasar emas internasional masih berada dalam kondisi tertekan.

Berdasarkan data aktivitas perdagangan global, nilai emas dunia pada sesi penutupan hari Senin (13/7/2026) berada di level US$4.000,65 per troy ons, atau mencatatkan penurunan sekitar 2,9 persen dan menjadi posisi paling rendah semenjak tanggal 24 Juni 2026.

Tekanan tersebut masih berlanjut pada sesi perdagangan Selasa pagi.

Sampai dengan kisaran pukul 06.39 WIB, nilai emas dunia kembali melemah menuju level US$3.999,17 per troy ons, atau menyusut sekitar 0,16 persen, sehingga kembali menempati area di bawah level psikologis US$4.000.

Koreksi nilai tersebut memperpanjang rentetan tren pelemahan komoditas emas dalam kurun dua hari terakhir dengan akumulasi penurunan mendekati angka 3 persen.

Konflik Timur Tengah Tekan Harga Emas

Beban tekanan terhadap komoditas logam mulia dipicu oleh meningkatnya eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu lonjakan pada nilai minyak mentah dunia.

Analis Pasar dari Forex.com Fawad Razaqzada memaparkan bahwa kenaikan harga energi justru memberi dampak negatif bagi emas lantaran berpotensi memicu lonjakan inflasi sehingga mendorong bank sentral AS untuk tetap mempertahankan kebijakan suku bunga pada level tinggi.

“Lonjakan harga minyak di tengah konflik Timur Tengah meningkatkan kemungkinan The Fed tetap bersikap hawkish. Situasi ini kurang menguntungkan bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas,” ujar Fawad Razaqzada.

Menurut pandangannya, jikalau tren kenaikan harga minyak terus berjalan, nilai emas berpotensi mengalami koreksi ke arah level US$3.800 per troy ons, bahkan dapat merosot menuju kisaran US$3.500 per troy ons jikalau tekanan jual di pasar meluas.

Investor Menunggu Data Inflasi AS

Para pelaku pasar kini mulai memfokuskan perhatian pada serangkaian agenda krusial dari Amerika Serikat yang diperkirakan bakal menentukan arah pergerakan harga emas dalam beberapa waktu ke depan.

Data yang paling dinanti-nantikan tersebut meliputi:

Indeks Harga Konsumen (CPI)

Indeks Harga Produsen (PPI)

Data aktivitas penjualan ritel Amerika Serikat

Data klaim pengangguran mingguan

Pernyataan resmi dari Ketua Federal Reserve mengenai proyeksi suku bunga acuan

Jikalau rilis data inflasi kembali memperlihatkan tekanan yang tinggi, maka peluang tingkat suku bunga bertahan pada level tinggi bakal semakin terbuka lebar.

Kondisi seperti itu lazimnya akan memperkuat nilai mata uang dolar AS sekaligus menekan harga emas lantaran logam mulia tergolong sebagai aset yang tidak menghasilkan imbal hasil (non-yielding asset).

Di lain pihak, apabila tingkat inflasi mulai bergerak landai dan pasar kembali memproyeksikan adanya pelonggaran kebijakan moneter, maka harga emas memiliki peluang untuk mengalami rebound pasca koreksi tajam dalam beberapa hari belakangan.

Bagi publik yang berkeinginan untuk berinvestasi, aktivitas pembelian emas di Pegadaian dapat dijalankan secara langsung dengan mendatangi outlet Pegadaian maupun lewat aplikasi Pegadaian Digital.

Para nasabah cukup membuka akun rekening Tabungan Emas dengan memanfaatkan dokumen KTP ataupun paspor, yang kemudian saldo emas tersebut dapat dicetak menjadi bentuk emas fisik dalam bermacam merek mulai dari Antam, UBS, Galeri 24, Lotus Archi, hingga Dinar dengan opsi ukuran pecahan mulai dari 0,25 gram hingga 1.000 gram.

 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index