JAKARTA - Konflik militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di akhir pekan menyebabkan harga emas dunia bergerak melemah. Selain mendongkrak biaya energi, ketegangan regional ini memperkuat dugaan pasar terkait potensi pengetatan moneter lanjutan guna menekan inflasi.
Emas batangan mencatat penurunan sebesar 1,2% hingga terlempar ke bawah level US$4.070 per ons pada perdagangan Senin (13/7). Tren negatif ini melanjutkan koreksi harga sebesar 1,4% yang terjadi sepanjang pekan lalu. Fokus pelaku pasar juga tersita oleh polemik operasional Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak bumi. AS membantah isu penutupan jalur dari Iran, sedangkan militer AS (CENTCOM) menyatakan tetap bersiaga mengamankan lalu lintas perairan.
Bagi para investor logam mulia, eskalasi di Timur Tengah memicu ketakutan bahwa Federal Reserve (The Fed) terpaksa mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Berdasarkan nota rapat The Fed bulan Juni, wacana penaikan suku bunga sempat mengemuka walau keputusan akhirnya adalah menahan suku bunga.
Secara umum, notulen tersebut menegaskan fokus utama otoritas moneter AS yang kini lebih mencemaskan inflasi ketimbang kondisi pasar tenaga kerja. Kebijakan suku bunga tinggi selalu menjadi sentimen negatif bagi emas karena menurunkan daya tarik aset tanpa imbal hasil ini.
Perkembangan situasi ekonomi ini terjadi tepat menjelang pidato perdana Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres pada Selasa (14/7). Rapat penting tersebut akan dilaksanakan tak lama setelah pengumuman data inflasi konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk bulan Juni.
Sejak konflik bersenjata Iran meletus pada akhir Februari, nilai emas secara keseluruhan telah tergerus hingga lebih dari seperlima. Tekanan jual akibat aksi profit taking menghentikan reli panjang emas yang sebelumnya sempat bertahan selama tiga tahun.
Data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) membuktikan manajer investasi beramai-ramai memangkas posisi bullish mereka. Total kontrak beli bersih emas menyusut menjadi 114.854 kontrak per tanggal 7 Juli.
Pada perdagangan pagi pukul 07.05 waktu Singapura, emas spot terpantau melemah 1,2% ke posisi US4.070,98perons.Komoditasperakjugamerosot2,158,64 per ons, bersamaan dengan koreksi pada sektor platinum dan paladium. Di sisi lain, Indeks Bloomberg Dollar Spot bergerak naik sebesar 0,2% terhadap mata uang global utama.