Pertengahan Tahun, Evaluasi Keuangan Agar Cicilan KPR Tidak Membebani

Pertengahan Tahun, Evaluasi Keuangan Agar Cicilan KPR Tidak Membebani
Ilustrasi Mengelola cash flow (sumber foto: NET)

JAKARTA – Mengelola cash flow di pertengahan tahun menjadi tantangan bagi keluarga dengan cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kebutuhan pendidikan anak yang meningkat membuat evaluasi keuangan penting agar cicilan tetap lancar.

Financial Planner Novi Anasthasia menekankan pentingnya menjaga pengeluaran tetap lebih kecil dari pendapatan, serta tetap menyisihkan dana untuk tabungan atau investasi. “Cicilan KPR rumah, kendaraan, dan kartu kredit idealnya tidak melebihi 30 persen dari pendapatan. Jika rasio tersebut terlampaui, segera evaluasi kondisi keuangan dan kurangi pengeluaran tidak mendesak,” ujarnya.

Apabila cicilan terasa berat, terutama setelah masa bunga promo berakhir, konsumen dapat memanfaatkan fitur Simulasi KPR Take Over di aplikasi Pinhome. CEO Pinhome, Dayu Dara Permata, menjelaskan fitur ini bisa membantu pengguna menghemat cicilan hingga 40 persen dengan peluang kembali menikmati masa bunga fixed.

Pinhome juga menyediakan layanan konsultasi KPR dengan proses mudah, mulai dari simulasi hingga akad tanpa biaya, pengajuan ke banyak bank sekaligus, tenor fleksibel, cashback jutaan rupiah, serta dukungan lebih dari 40 bank dan institusi keuangan.

Novi menambahkan, kepemilikan rumah sebaiknya diiringi kebiasaan mengelola keuangan dengan disiplin. Prinsip anggaran 50:30:20 dapat diterapkan, yakni 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan serta investasi. Dana darurat juga perlu diprioritaskan, dengan target ideal tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan bagi individu, dan hingga 12 kali bagi keluarga.

Dengan perencanaan keuangan yang baik, masyarakat dapat memenuhi kewajiban KPR sekaligus menjaga ketahanan finansial menghadapi kondisi tak terduga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index