IHSG Dibuka Menguat 0,57 Persen ke 6.212, Pasar Pantau MSCI Review

IHSG Dibuka Menguat 0,57 Persen ke 6.212, Pasar Pantau MSCI Review
Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pekan ini di zona hijau seiring membaiknya sentimen pasar. Pada pembukaan Senin, 22 Juni 2026, IHSG naik 0,57% atau 35,5 poin ke level 6.212,64.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia melalui aplikasi IDX Mobile pukul 09.00 WIB, IHSG langsung bergerak positif dengan pembukaan di 6.217,05. Posisi tertinggi sementara tercatat di 6.226,72 dan terendah di 6.210,12. Aktivitas perdagangan awal sesi cukup ramai dengan nilai transaksi Rp388,3 miliar, volume 365,5 juta saham, dan frekuensi 47.970 kali.

Dari pergerakan saham, sebanyak 309 saham menguat, 112 melemah, dan 538 stagnan. Kapitalisasi pasar BEI berada di level Rp10.858 triliun. Memasuki pekan ini, pelaku pasar mencermati sejumlah sentimen penting dari dalam dan luar negeri.

Dari dalam negeri, perhatian tertuju pada pengumuman MSCI Classification pada 24 Juni 2026. Laporan Global Market Accessibility Review 2026 sebelumnya menempatkan Indonesia tetap berstatus Emerging Market. Namun, penilaian pada kriteria Information Flow diturunkan dari "+" menjadi "-". Jika Indonesia tetap dipertahankan dengan catatan terbatas, tekanan pasar bisa mereda, tetapi sinyal negatif tambahan dapat memicu kekhawatiran arus dana asing.

Sentimen global juga memengaruhi pasar. Perkembangan perang AS-Iran menjadi sorotan. Harapan damai sempat muncul setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani MoU damai berisi 14 poin secara virtual. Namun, pembicaraan perdamaian di Swiss batal digelar.

Dalam perkembangan terbaru, Trump mengancam akan kembali menyerang Iran meski Wakil Presiden JD Vance bertemu pejabat Iran di Swiss. Pertemuan itu dibayangi keputusan Teheran untuk menutup Selat Hormuz dengan alasan AS gagal memastikan gencatan senjata di Lebanon. Trump menuntut Iran menghentikan dukungan terhadap Hezbollah dan memperingatkan akan terjadi serangan lebih keras jika konflik berlanjut.

Trump bahkan mengancam bahwa Iran akan “kehilangan negaranya” jika tetap menutup Selat Hormuz. Jalur ini penting bagi perdagangan minyak dunia, sehingga ketegangan berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index