Penerimaan Pajak Juni 2026 Naik 23,4 Persen Capai Rp940,3 Triliun

Penerimaan Pajak Juni 2026 Naik 23,4 Persen Capai Rp940,3 Triliun
Ilustrasi pajak (sumber foto: NET)

JAKARTA - Penerimaan pajak hingga pertengahan Juni 2026 belum mencapai 50 persen dari target APBN tahun ini. Berdasarkan data per 16 Juni 2026, realisasi setoran baru mencapai Rp940,3 triliun. Meski demikian, capaian ini mencatatkan pertumbuhan 23,4 persen year on year dibandingkan periode sama tahun lalu.

Setoran pajak tersebut mendekati 40 persen dari target keseluruhan Rp2.357,7 triliun. “Ini angka sementara di pertengahan Juni, mudah-mudahan bisa terus konsisten. Kalau dilihat dari target penerimaan dari yang sebelumnya sampai akhir Mei 35,4 persen ini sudah naik di angka 39,62 persen dari target penerimaan 2026,” jelasnya.

Realisasi akhir Mei 2026 tercatat Rp834,4 triliun atau tumbuh 22,1 persen year on year. Dengan data terbaru, terdapat tambahan setoran sekitar Rp105,9 triliun selama lebih dari dua pekan Juni. Rata-rata penerimaan bulanan hingga Mei berada di kisaran Rp167 triliun, dengan lonjakan terbesar pada April 2026 sebesar Rp252 triliun, tumbuh 16,1 persen dibanding April 2025 senilai Rp229,84 triliun.

Perpanjangan batas akhir pelaporan SPT PPh Badan hingga 31 Mei 2026 turut mendorong setoran Mei melonjak ke Rp188,10 triliun. Dana dari sektor ini krusial untuk membiayai program strategis pemerintah. Hingga akhir bulan lalu, alokasi besar meliputi Makan Bergizi Gratis Rp88,15 triliun, ketahanan pangan Rp66,6 triliun, serta subsidi dan kompensasi Rp203,7 triliun.

Pos belanja subsidi dan kompensasi mencatat lonjakan tertinggi, naik 208,2 persen dibandingkan dengan akhir Mei 2025. Kenaikan ini dipicu kebijakan menahan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar di tengah fluktuasi minyak dunia. “Pertumbuhan penerimaan pajak juga insyaallah bisa mampu membuat negara merespons terhadap volatilitas harga minyak akibat dinamika geopolitik global yang akhirnya meningkatkan realisasi dari subsidi energi,” terangnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index