IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Cek Rekomendasi Saham Hari ini

IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Cek Rekomendasi Saham Hari ini
Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)

JAKARTA - Pelaku pasar modal menyoroti pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk atau ACES, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BBNI sebagai instrumen pilihan untuk aktivitas trading jangka pendek pada hari ini, Senin 15 Juni 2026.

Secara analisis teknikal, posisi Indeks Harga Saham Gabungan sukses melewati level psikologis 6.000 pada sesi transaksi sebelumnya. Kondisi tersebut ditopang oleh besarnya aliran dana masuk dari pemodal internasional serta indikasi pola crossover ke atas yang memperlihatkan kelanjutan tren pemulihan bursa.

Untuk emiten perbankan besar, BBCA mendapatkan saran untuk dipertahankan atau dibeli secara spekulatif pada rentang harga Rp5.350 sampai Rp5.850 per lembar. Nilai penutupan terakhir saham perbankan ini kedapatan melesat naik sebesar 1,72 persen menuju peringkat harga Rp5.925 pada penutupan sesi 12 Juni 2026. 

Laju pergerakannya terpantau berada di atas garis rata-rata bergerak 20 hari serta terus mendekati garis 55 hari, yang mencerminkan dorongan pemulihan yang kian solid dengan peluang terbuka untuk menembus batas atas. Sentimen fundamental utama datang dari rencana aksi pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai paling banyak Rp5 triliun hingga Maret 2027, serta pembagian keuntungan interim senilai Rp20 per lembar dengan batas akhir kepemilikan saham pada hari ini, Senin, 15 Juni 2026.

Langkah transaksinya yaitu melakukan pembelian saat terjadi pelemahan harga ke area Rp5.350 sampai Rp5.850 dengan sasaran ambil untung pada peringkat Rp6.225 hingga Rp6.400 dan batas toleransi kerugian di angka Rp5.300.

Selanjutnya, saham ritel ACES disarankan untuk dipertahankan atau dibeli secara spekulatif pada area harga Rp334 hingga Rp352 setelah sebelumnya bertambah naik 1,14 persen ke posisi Rp356. Tren pemulihan teknikal saham ini mulai terbentuk dengan posisi harga di atas rata-rata bergerak 20 hari. 

Emiten ini memiliki daya tarik berupa pembagian dividen tunai senilai Rp32,01 per saham atau secara total menyentuh angka Rp548,02 miliar dengan tingkat imbal hasil kisaran 9,7 persen yang menjadi salah satu yang paling tinggi di sektor ritel nasional. Batas akhir kepemilikan saham ditetapkan pada tanggal 19 Juni 2026 dan realisasi pembayaran dilakukan pada 10 Juli 2026. 

Sisi fundamental lain didukung oleh kelanjutan ekspansi gerai baru merek AZKO di sejumlah daerah potensial serta pembukaan gerai NEKA di wilayah Lampung dan Bogor. Taktik transaksinya adalah masuk saat terjadi koreksi ke rentang Rp334 hingga Rp352 dengan patokan target profit di level Rp374 sampai Rp384 serta batas risiko di Rp330.

Sementara itu, saham perbankan plat merah BBNI direkomendasikan untuk dipertahankan atau dibeli secara spekulatif pada area Rp3.380 hingga Rp3.520 per lembar setelah ditutup menguat 1,71 persen ke tingkat harga Rp3.560 pada akhir pekan lalu. Posisi pergerakan harga berada di atas rata-rata bergerak 20 hari serta mendekati area rata-rata bergerak 55 hari dengan gairah beli yang kokoh. 

Sektor bank milik negara ini mendapatkan dorongan sentimen positif tambahan dari parlemen terkait adanya wacana pelaksanaan buyback saham perbankan BUMN. Strategi perdagangan yang disarankan yaitu melakukan pembelian saat pullback di rentang Rp3.380 sampai Rp3.520 dengan target penjualan untung di tingkat Rp3.740 hingga Rp3.850 dan area pembatasan kerugian pada level Rp3.350.

Saham

Rekomendasi

Entry Area

Target Harga

Stop Loss

BBCA

Hold / Beli Spekulatif

Rp5.350–Rp5.850

Rp6.225–Rp6.400

Rp5.300

ACES

Hold / Beli Spekulatif

Rp334–Rp352

Rp374–Rp384

Rp330

BBNI

Hold / Beli Spekulatif

Rp3.380–Rp3.520

Rp3.740–Rp3.850

Rp3.350

Pada sesi perdagangan sebelumnya, indeks acuan domestik dilaporkan berhasil rebound dengan kenaikan 122 poin atau setara 2,07 persen menuju level 6.008 yang digerakkan oleh aksi beli bersih asing senilai Rp288 miliar. Kenaikan bursa terjadi secara merata dengan lini bahan baku memimpin sebesar 4,85 persen, sektor energi naik 4,66 persen, serta sektor transportasi melaju 4,46 persen. 

Saham penggerak utama pasar digerakkan oleh emiten AMMN yang melonjak 12,75 persen ke posisi Rp3.450, BBCA naik 1,72 persen menuju Rp5.925, dan DSSA melesat 13,01 persen ke tingkat Rp825, bersamaan dengan menguatnya nilai tukar mata uang rupiah sebesar 123 poin ke tingkat Rp17.870 per dolar AS.

Prospek pergerakan indeks secara teknikal berpeluang besar melanjutkan pemulihan pasca memantul dari posisi terendah di level 5.318. Sepanjang indeks mampu bertahan di atas area batas bawah 5.768 hingga 5.900, maka arah pergerakan jangka pendek dinilai tetap positif dengan sasaran kenaikan lanjutan pada level 6.044, 6.267, dan 6.490. 

Bentuk pembalikan arah tren yang lebih mantap baru akan terkonfirmasi jika indeks sanggup menembus serta bertahan di atas tingkat posisi 6.267 demi membuka ruang penguatan menuju 6.490 hingga 6.807. Untuk perdagangan pada hari ini, Senin 15 Juni 2026, indeks diproyeksikan bergerak dalam rentang batas bawah 5.915 dan batas atas 6.228 dengan peluang kuat berakhir di zona hijau.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index