BP Tapera Catat Penyaluran Rumah Subsidi FLPP Tunjukkan Tren Positif

BP Tapera Catat Penyaluran Rumah Subsidi FLPP Tunjukkan Tren Positif
Ilustrasi KPR FLPP (sumber foto: NET)

JAKARTA - Penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan atau Rumah Subsidi lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan menunjukkan grafik yang terus meningkat. Catatan realisasi hingga pertengahan tahun ini menunjukkan bahwa program tersebut berjalan sesuai arah yang diharapkan pemerintah guna memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat.

"Selain melakukan monitoring terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang, kami juga terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dapat mengakses dan memanfaatkan program rumah subsidi. Tentunya hal ini kami lakukan melalui kolaborasi dengan para mitra kerja seperti Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Perbankan, hingga Asosiasi Pengembang Perumahan," ujar Heru.

Hasil nyata tersebut didapat berkat kerja sama sinergis dengan 36 bank penyalur serta 21 asosiasi pengembang. KPR Sejahtera FLPP ini telah menyebar ke 8.859 lokasi perumahan subsidi yang dikerjakan oleh 9.163 pihak pengembang di 375 kabupaten atau kota yang tersebar di 35 provinsi di seluruh Tanah Air.

Pada sektor perbankan, Bank BTN menempati posisi teratas sebagai lembaga keuangan penyalur FLPP terbesar. Kinerja penyaluran dari seluruh mitra perbankan tercatat sebagai berikut:

Bank BTN menyalurkan 37.657 unit rumah atau 48,56 persen Bank Syariah Nasional menyalurkan 19.088 unit atau 24,61 persen Bank BRI menyalurkan 6.275 unit atau 8,09 persen Bank BNI menyalurkan 5.608 unit atau 7,23 persen Bank Mandiri menyalurkan 2.755 unit atau 3,55 persen Mitra bank penyalur FLPP lainnya menyalurkan sisa sebesar 7,96 persen

Sedangkan untuk kontribusi dari kubu organisasi pelaku usaha properti, Real Estat Indonesia memimpin perolehan angka penyaluran tertinggi dibandingkan dengan yang lain. Rincian capaian berdasarkan masing-masing asosiasi pengembang adalah sebagai berikut:

REI menyalurkan 32.026 unit rumah atau 41,3 persen Apersi menyalurkan 23.048 unit atau 29,72 persen Himperra menyalurkan 10.426 unit atau 13,44 persen Asprumnas menyalurkan 3.532 unit atau 4,55 persen PI menyalurkan 2.475 unit atau 3,19 persen Asosiasi pengembang lainnya menyalurkan sisa sebesar 7,8 persen

Bila meninjau profil para pemohon, kelompok masyarakat usia muda atau generasi muda menjadi pasar yang paling mendominasi serapan program perumahan ini. Kelompok umur 19 hingga 25 tahun menjadi sektor penerima manfaat terbanyak dengan angka mencapai 28.060 unit rumah atau sebesar 36,19 persen, yang menegaskan tingginya keinginan mereka untuk memiliki hunian perdana.

Jika dilihat berdasarkan latar belakang profesi, pekerja dari sektor swasta masih mendominasi porsi pemanfaatan layanan bantuan pembiayaan ini. Rincian data penerima manfaat berdasarkan jenis pekerjaan adalah sebagai berikut:

Pekerja swasta sebesar 52.592 atau 67,83 persen Wiraswasta sebesar 12.699 atau 16,38 persen PNS sebesar 6.343 atau 8,18 persen Kategori lainnya sebesar 4.723 atau 6,09 persen TNI atau Polri sebesar 1.175 atau 1,52 persen

Proses penyaluran bantuan pembiayaan perumahan rakyat ini diyakini akan terus merangkak naik setiap bulannya. Kegiatan pemantauan serta koordinasi berkala terhadap performa bank maupun pengembang akan terus berjalan demi mengawal agar pencapaian akhir tetap berada pada jalur yang sesuai dengan target awal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index