Kementerian PKP Jamin Bunga KPR Subsidi Tak Naik meski BI Rate 5,5 Persen

Kementerian PKP Jamin Bunga KPR Subsidi Tak Naik meski BI Rate 5,5 Persen
Ilustrasi KPR (sumber foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman memastikan bunga Kredit Pemilikan Rumah subsidi tidak terdampak oleh kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. Skema pembiayaan rumah subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan tetap berjalan dengan bunga yang telah ditetapkan dan tidak mengalami penyesuaian meski suku bunga acuan baru saja dinaikkan menjadi 5,5 persen.

Bunga FLPP untuk rumah tapak tetap sebesar 5 persen fixed hingga akhir masa tenor kredit. Sementara itu, bunga untuk rumah susun subsidi dipatok sebesar 6 persen dan juga tetap berlaku selama masa pinjaman. "FLPP kan juga tetap di 5 persen ya, untuk rumah tapak dan rumah susun di 6 persen, dan itu kan flat sampai dengan masa tenor," kata Sri. 

Menurutnya, kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan Bank Indonesia tidak akan memengaruhi berbagai program subsidi perumahan untuk mengejar target Program 3 juta rumah.

Selain FLPP, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dan pembangunan rumah susun oleh pemerintah juga dipastikan tetap berjalan sebagai instrumen capaian program 3 juta rumah. "Untuk program-program subsidi, rumah subsidi, BSPS, dan rusun yang dibangun pemerintah insyaallah tidak terdampak," tuturnya. 

Kepastian tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang tengah berencana membeli rumah subsidi karena kenaikan suku bunga acuan umumnya berpotensi mendorong kenaikan bunga kredit perbankan, termasuk kredit konsumsi dan kredit properti komersial.

Sebelumnya, Bank Indonesia pada 9 Juni 2026 memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengantisipasi tekanan inflasi akibat gejolak global. Meski demikian, program pembiayaan rumah subsidi tetap terlindungi karena memperoleh dukungan dan subsidi dari pemerintah, sehingga kami tidak perlu khawatir terhadap kenaikan cicilan akibat perubahan suku bunga acuan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index