JAKARTA - Harga emas dunia berakhir turun pada hari Senin akibat terbebani oleh penguatan nilai mata uang dolar AS.
Berdasarkan data perdagangan, harga emas spot ditutup merosot sebesar 1,23% ke tingkat $4.484,62 per ons.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus 2026 juga terpantau turun sebesar 1,89% ke posisi $4.506,3 per ons.
Pelemahan harga komoditas ini juga dipicu oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang terjadi pada hari Senin.
Faktor lain yang ikut menekan adalah adanya pergeseran ekspektasi terhadap kebijakan moneter bank sentral AS yang dinilai lebih hawkish setelah lonjakan tajam harga minyak dunia.
Pada sesi perdagangan nanti malam, data lowongan kerja JOLTs periode April untuk area Amerika Serikat akan segera dirilis dengan indikasi mengalami penurunan.
Untuk proyeksi perdagangan selanjutnya, pergerakan nilai aset ini diperkirakan berpotensi turun seiring melemahnya permintaan aset aman jika kesepakatan gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran tercapai.
Namun, jika nilai mata uang dolar AS mengalami penurunan, kondisi tersebut dapat memberikan dorongan penguatan kembali bagi pergerakan komoditas logam mulia ini.
Perkiraan area perdagangan untuk harga emas spot diproyeksikan berada dalam rentang:
- Support: $4.440-$4.395
- Resistance: $4.538-$4.591
Sementara itu, untuk perkiraan harga emas berjangka Amerika Serikat diproyeksikan akan bergerak dalam rentang:
- Support: $4.462-$4.419
- Resistance: $4.563-$4.621