Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.881 per Dolar AS, BI Beberkan Pemicu

Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.881 per Dolar AS, BI Beberkan Pemicu
Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS, Sumber; investor.

JAKARTA - Nilai tukar mata uang garuda kembali mengalami penurunan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang akhir pekan ini. Menurut data dari perdagangan Bloomberg, posisi kurs rupiah tertahan di angka Rp17.881 per dolar AS pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 15.38 WIB.

Kondisi pelemahan mata uang domestik yang terus berada pada kisaran Rp17.800 beberapa hari belakangan ini langsung direspons oleh Bank Indonesia (BI).

Bank sentral menyatakan bahwa langkah-langkah pengamanan untuk menjaga stabilitas mata uang terus berjalan, bahkan ketika pasar dalam negeri sedang tutup.

Tekanan berat yang menimpa mata uang nasional ini dipicu oleh ketidakstabilan situasi global saat ini.

Salah satu faktor eksternal yang paling memengaruhi adalah ketegangan geopolitik yang masih membara di wilayah Timur Tengah.

Guna mengatasi masalah tersebut, pihak bank sentral terus berupaya menjaga agar nilai tukar tidak merosot lebih dalam.

Langkah intervensi terus dijalankan selama 24 jam penuh di dalam pasar keuangan global internasional.

"Komitmen tersebut diwujudkan melalui mengoptimalkan intervensi pasar valas melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder secara konsisten dan terukur," ujarnya.

Bukan cuma persoalan global, faktor dalam negeri berupa lonjakan musiman terhadap kebutuhan valuta asing juga ikut menekan rupiah.

Lonjakan permintaan ini dipicu oleh aktivitas pembayaran utang luar negeri serta repatriasi dividen korporasi, padahal pasokan dolar AS yang masuk ke dalam negeri sedang minim.

Agar pasar keuangan di dalam negeri tetap memiliki daya pikat bagi para investor, bank sentral memaksimalkan bauran kebijakan moneter mereka.

Salah satu strateginya adalah dengan memperkuat instrumen suku bunga yang bergerak lebih responsif mengikuti arus pasar.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait untuk mendukung stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar, antara lain melalui penguatan pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar AS yang tinggi,” katanya.

Bank sentral menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pergerakan ekonomi serta dinamika pasar keuangan, baik di skala internasional maupun domestik.

Hal ini dilakukan demi memitigasi risiko tekanan lanjutan pada kurs rupiah.

Berbagai kebijakan penstabilan nilai mata uang akan diterapkan secara berkelanjutan demi mempertahankan kekuatan sektor eksternal nasional.

Langkah ini sekaligus diambil untuk memastikan situasi di pasar keuangan tetap kondusif dan aman.

Bank sentral dipastikan akan selalu siaga di dalam pasar untuk mengambil keputusan serta tindakan yang diperlukan secara terukur.

Upaya ini menjadi modal utama dalam menjaga kestabilan nilai tukar rupiah di tengah badai ketidakpastian ekonomi dunia yang masih melanda.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index