JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menerapkan dua taktik utama dalam memacu penyaluran kredit perumahan. Langkah tersebut menitikberatkan pada program Kredit Pemilikan Rumah subsidi serta bantuan pembangunan rumah swadaya untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Emiten berkode saham BBTN ini dilaporkan telah menyalurkan KPR hingga mencapai angka 6 juta unit. Penyaluran pembiayaan ini menyasar kalangan masyarakat yang masuk ke dalam kategori desil 3 atau kelompok hampir miskin.
"Kalau desil 3, KPR subsidi di BTN ada 6 juta rumah dari awal program,"
Program KPR subsidi dipersiapkan dengan pembatasan pendapatan maksimal tertentu agar penyaluran dana bisa tepat sasaran kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara itu, kelompok masyarakat pada desil 1 dan 2 yang belum dapat menjangkau kredit perbankan bakal mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dari pemerintah.
"KPR tentu dibantu pemerintah. Pemerintah membuat program KPR subsidi yang dibatasi max income. Maksudnya ini memang menyasar masyarakat penghasilan rendah karena banyak unbanked. Kalau ada 10 desil, maka yang paling sulit tinggal desil 1-2, sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR,"
Program BSPS tersebut ditargetkan mampu menyasar sekitar 400.000 rumah tangga di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, pihak pemerintah sekarang ini sedang mengkaji skema tenor KPR hingga jangka waktu 40 tahun untuk memperluas jangkauan pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Hari ini pemerintah mengkaji KPR sampai 40 tahun, mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat. Ini cara penetrasi MBR,"
Di samping pembiayaan tempat tinggal, pihak perbankan mengoptimalkan aspek digitalisasi demi merangkul kalangan masyarakat yang belum terjangkau oleh akses perbankan. Langkah ini diambil lantaran tingkat penetrasi gawai di Indonesia saat ini tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah kepemilikan rekening bank.
"Kami buat digitalisasi untuk perbankan. Penetrasi handphone (HP) lebih banyak dibanding penetrasi account,"
Meskipun usia bank ini sudah mencapai lebih dari 70 tahun, jumlah penyaluran KPR baru menyentuh angka 6 jutaan unit. Di sisi lain, aplikasi mobile banking milik perusahaan sukses merangkul sebanyak 5 juta akun dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun.
"Jumlah KPR di-takeover user mobile. Penetration rate sekarang lebih mudah karena mobile bisa buka dari rumah, itu cara kami akses unbanked,"