Rekomendasi Saham 12 Mei 2026 Sektor Perbankan dan Energi Jadi Pilihan

Rekomendasi Saham 12 Mei 2026 Sektor Perbankan dan Energi Jadi Pilihan
Ilustrasi grafik Saham (sumber foto: NET)

PEMATANGSIANTAR - Pasar saham Indonesia memasuki perdagangan Selasa, 12 Mei 2026 dengan sentimen yang mulai membaik. Sejumlah analis merekomendasikan saham perbankan jumbo hingga sektor energi sebagai pilihan menarik.

Langkah ini diambil di tengah volatilitas global dan adanya peluang technical rebound pada IHSG. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan masih dibayangi tekanan eksternal seperti penguatan dolar AS dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Meski demikian, sejumlah analis menilai koreksi pasar justru membuka ruang akumulasi pada saham-saham berfundamental kuat. IHSG sebelumnya sempat bergerak di area 6.956 setelah mengalami tekanan jual asing pada akhir April lalu.

Sektor perbankan dan energi mulai menunjukkan sinyal pemulihan yang cukup solid bagi para investor. Data pasar menunjukkan saham bank jumbo berhasil tampil lebih baik dibanding pergerakan indeks dalam sepekan terakhir.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi penguat terbesar di kelompok bank besar setelah melonjak lebih dari 9 persen menuju level Rp3.260. Sementara itu, BBCA menguat sekitar 5,56 persen dan BMRI naik 5,47 persen.

Penguatan tersebut didorong oleh beberapa faktor utama, mulai dari valuasi yang mulai murah hingga prospek pertumbuhan kredit yang tetap solid. BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan laba sektor perbankan nasional dapat mencapai Rp205,5 triliun pada 2026.

BBRI dinilai masih memiliki ruang penguatan lanjutan setelah mencatat kenaikan signifikan pekan lalu. Analis merekomendasikan strategi buy on weakness dengan area support di Rp3.180 dan resistance pada level Rp3.400.

BBNI juga mulai dilirik pelaku pasar setelah membentuk pola higher high secara teknikal dengan valuasi yang dinilai paling murah. Area support diperkirakan berada di Rp3.760 dengan resistance menuju angka Rp4.050.

Di sektor energi, saham ADRO masih menjadi pilihan defensif favorit pasar karena memiliki fundamental arus kas yang kuat. Analis merekomendasikan trading buy dengan area support Rp2.500 dan resistance di level Rp2.760.

BBCA kembali masuk dalam daftar saham unggulan karena dinilai memiliki kualitas laba paling stabil di sektor perbankan. Untuk jangka pendek, area support saham ini berada di Rp6.000 dengan resistance pada level Rp6.450.

Pelaku pasar saat ini masih mencermati berbagai sentimen global seperti arah kebijakan suku bunga The Fed dan tensi geopolitik. Namun, pasar Asia mulai menunjukkan pemulihan terbatas setelah tekanan besar pada kuartal pertama 2026.

Analis menyarankan investor tetap disiplin dalam mengatur risiko dengan fokus pada saham berlikuiditas tinggi dan menerapkan stop loss ketat. Peluang technical rebound dinilai masih terbuka selama IHSG bertahan di atas area psikologis 6.900.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index