JAKARTA – Pelaksanaan APBD 2026 Barito Selatan fokus pada prioritas anggaran guna memastikan program pembangunan berjalan lancar sesuai dengan kesiapan anggaran yang ada.
Langkah ini menjadi pondasi utama bagi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dalam menyusun peta jalan pembangunan yang lebih terukur dan tidak spekulatif di tengah dinamika ekonomi nasional. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat menegaskan bahwa integritas postur anggaran harus dijaga melalui penyisiran ketat terhadap program yang benar-benar memberikan dampak berganda.
Kehati-hatian dalam menetapkan daftar belanja daerah dilakukan untuk menghindari adanya kegiatan yang terpaksa mangkrak di tengah jalan akibat ketidaksiapan likuiditas dana cadangan. Legislator di Bumi Dahani Dacin Danum ingin memastikan bahwa setiap kontrak kerja yang diteken memiliki dukungan pendanaan yang nyata dan bukan sekadar angka di atas kertas.
"Tentu hal ini dilakukan guna menyesuaikan dengan kesiapan anggaran yang ada, agar pelaksanaan program dapat berjalan lancar," ujar Ketua DPRD Barito Selatan, Farid Yusran, pada Rabu, 22 April 2026.
Penyesuaian ini juga mencakup evaluasi terhadap jadwal lelang proyek fisik yang seringkali mengalami kendala administratif jika tidak diselaraskan dengan arus kas masuk dari dana transfer. Sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar visi misi pembangunan daerah tetap berada pada koridor efisiensi yang ketat tanpa mengabaikan kualitas pelayanan publik.
DPRD juga memberikan catatan khusus agar belanja rutin organisasi perangkat daerah terus ditekan demi memperbesar porsi belanja modal yang bersentuhan langsung dengan infrastruktur dasar. Masyarakat di wilayah pelosok dan pinggiran sungai diharapkan dapat merasakan manfaat APBD melalui perbaikan akses jalan, sarana kesehatan, dan fasilitas pendidikan yang layak.
Kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah juga menjadi diskursus hangat dalam rapat koordinasi tersebut guna mengurangi ketergantungan pada dana pusat. Harapannya, pelaksanaan anggaran tahun depan tidak hanya sekadar ritual administratif, tetapi menjadi instrumen pengentasan kemiskinan dan pendorong kesejahteraan warga yang inklusif.
Transparansi dalam setiap tahapan penganggaran terus didorong agar kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dan legislatif tetap terjaga dengan baik. Dengan komitmen bersama untuk fokus pada prioritas anggaran, Barito Selatan optimis mampu menghadapi tantangan tahun 2026 dengan postur keuangan yang sehat dan berorientasi pada kemaslahatan rakyat.