JAKARTA – Platform MilikiRumah siapkan kiat ekspansi strategis guna mendukung pengembang properti dalam mengoptimalkan perubahan BI Checking untuk dongkrak penjualan.
Industri properti tanah air kini tengah bersiap menghadapi babak baru dalam proses penilaian kredit calon konsumen. Kehadiran regulasi terbaru mengenai verifikasi riwayat keuangan memberikan peluang sekaligus tantangan bagi para pengembang untuk lebih jeli melihat profil calon pembeli potensial.
MilikiRumah sebagai jembatan teknologi melihat adanya celah besar untuk mempercepat siklus transaksi hunian melalui integrasi data yang lebih modern. "Kami melihat momentum perubahan BI Checking ini sebagai peluang bagi pengembang untuk melakukan filtrasi konsumen dengan lebih efisien," ujar M. Gali G., sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Kamis (23/4/2026).
M. Gali G. berpendapat bahwa kolaborasi erat antara penyedia platform digital dan pengembang sangat dibutuhkan agar informasi mengenai pelonggaran atau perubahan kebijakan teknis dapat tersampaikan secara akurat kepada masyarakat luas.
Adaptasi terhadap sistem informasi keuangan yang lebih transparan diyakini akan menurunkan tingkat penolakan kredit di perbankan. Para pelaku industri real estate kini mulai melirik solusi digital yang mampu menyajikan analisis kelayakan finansial nasabah secara lebih cepat dan komprehensif.
Target ekspansi perusahaan pada kuartal 2 tahun 2026 ini mencakup perluasan kemitraan dengan 100 pengembang baru di berbagai kota satelit. Penetrasi ini diharapkan dapat memberikan pilihan hunian yang lebih beragam bagi konsumen menengah yang selama ini terkendala urusan administrasi perbankan.
"Langkah MilikiRumah dukung pengembang properti manfaatkan perubahan BI Checking bertujuan untuk memberikan kepastian akad bagi pembeli rumah pertama," ujar M. Gali G., sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Kamis (23/4/2026).
Efisiensi proses operasional melalui sistem yang terautomasi akan membantu pengembang mengurangi biaya pemasaran yang tidak produktif. Fokus pada konsumen dengan skor kredit yang terjaga menjadi prioritas utama guna memastikan kesehatan industri pembiayaan perumahan nasional secara jangka panjang.
Masyarakat kini semakin dimudahkan dengan adanya edukasi mengenai cara memperbaiki catatan keuangan secara mandiri sebelum mengajukan kredit hunian. Sinergi ini diprediksi akan mengerek volume penjualan properti nasional yang sempat melambat pada periode sebelumnya.
Keberlanjutan ekspansi ini juga didorong oleh tren positif kenaikan permintaan rumah tapak di wilayah penyangga ibu kota yang kian strategis. Inovasi teknologi yang diusung oleh MilikiRumah diharapkan menjadi standar baru dalam ekosistem properti digital yang lebih inklusif dan terpercaya bagi semua pihak.