BSN

Sinergi BSN dan Developer Diperluas Untuk Dorong Perumahan Syariah Nasional

Sinergi BSN dan Developer Diperluas Untuk Dorong Perumahan Syariah Nasional
Sinergi BSN dan Developer Diperluas Untuk Dorong Perumahan Syariah Nasional

JAKARTA - Penguatan ekosistem perumahan syariah menjadi fokus utama Bank Syariah Nasional (BSN) dalam menghadapi dinamika kebutuhan hunian masyarakat.

Salah satu strategi yang ditempuh adalah mempererat sinergi dengan para pengembang properti yang dinilai memiliki peran strategis sebagai mitra utama dalam industri perumahan. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Developer Gathering 2026 yang digelar di sejumlah kota besar.

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menegaskan bahwa developer merupakan ujung tombak dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan perumahan syariah. Oleh karena itu, BSN terus membangun kolaborasi yang solid dan berkelanjutan dengan para pengembang agar ekspansi pembiayaan dapat berjalan optimal dan berkesinambungan.
“Melalui Developer Gathering ini, kami ingin memperkuat kemitraan strategis sekaligus memberikan apresiasi kepada para developer yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis BSN,” ujar Alex.

Sektor Perumahan Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis BSN

Alex menjelaskan bahwa sektor perumahan telah menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan pembiayaan BSN. 

Kolaborasi yang erat dengan mitra developer terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan. Sepanjang tahun lalu, aset BSN tercatat tumbuh sebesar 20,51 persen secara tahunan, sementara pembiayaan meningkat 25,02 persen.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan kuatnya permintaan terhadap produk pembiayaan perumahan berbasis syariah, baik untuk segmen subsidi maupun nonsubsidi. Selain itu, peningkatan kinerja ini juga menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap model pembiayaan syariah yang dinilai lebih berkeadilan dan berlandaskan prinsip ekonomi riil.

Hingga akhir 2025, BSN mengoperasikan 118 outlet perbankan yang terdiri dari 36 kantor cabang dan 82 kantor cabang pembantu. 

Jaringan tersebut diperkuat dengan dukungan 589 Kantor Layanan Syariah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran jaringan yang luas ini menjadi fondasi penting dalam memperluas akses pembiayaan perumahan syariah bagi masyarakat.

Empat Kota Jadi Pilot Project Developer Gathering 2026

Developer Gathering 2026 digelar di empat kota utama, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Keempat kota tersebut ditetapkan sebagai pilot project karena dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap kinerja pembiayaan perumahan BSN. Menurut Alex, kota-kota ini menunjukkan volume transaksi yang besar serta pertumbuhan proyek yang konsisten.

“Keempat kota ini memiliki volume transaksi dan pertumbuhan proyek yang besar serta berdampak positif terhadap pertumbuhan pembiayaan konsumer dan kualitas portofolio,” jelas Alex. Dengan menjadikan kota-kota tersebut sebagai percontohan, BSN berharap dapat membangun model kolaborasi yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Di Bandung, kegiatan Developer Gathering digelar dihadiri oleh 79 developer mitra BSN di wilayah Jawa Barat. Forum ini menjadi ajang komunikasi dua arah antara BSN dan para pengembang untuk menyamakan visi, membahas tantangan industri, serta menggali peluang pengembangan bisnis ke depan.

Ekspansi Ekosistem Perumahan Syariah Secara Menyeluruh

Ke depan, BSN berencana memperluas pelaksanaan Developer Gathering ke kota-kota lain di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara menyeluruh. 

Ekosistem tersebut mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi, hingga kepemilikan rumah oleh konsumen.

Direktur Konsumer BSN, Mochamad Yut Penta, mengungkapkan bahwa hingga 2025 sekitar 98 persen portofolio pembiayaan BSN berada di sektor perumahan. Dari total portofolio tersebut, 63 persen disalurkan melalui KPR subsidi, 31 persen melalui KPR nonsubsidi, dan 4 persen dalam bentuk pembiayaan konstruksi.

Komposisi portofolio ini menunjukkan peran besar BSN dalam mendukung program perumahan nasional, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, dominasi sektor perumahan juga menegaskan fokus BSN dalam mengembangkan pembiayaan yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat.

Kontribusi BSN terhadap Program Pemerintah dan Prinsip Syariah

Kontribusi BSN terhadap agenda pemerintah tercermin dari penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pada 2025, realisasi FLPP secara nasional mencapai 278.868 unit. 

Dalam capaian tersebut, BTN Group yang terdiri dari BTN dan BSN menguasai hampir 70 persen pangsa nasional, menegaskan peran strategis grup dalam mendukung pembiayaan perumahan rakyat.

Di sisi pembiayaan komersial, SEVP Chief of Commercial Banking BSN, Maqin U Norhadi, menyampaikan bahwa total realisasi pembiayaan komersial BSN sepanjang 2020–2025 mencapai Rp12,39 triliun. 

Rinciannya terdiri atas pembiayaan Yasa Griya sebesar Rp7,93 triliun atau 64 persen, serta pembiayaan non-Yasa Griya sebesar Rp4,45 triliun atau 36 persen.

Alex menegaskan bahwa BSN akan terus membuka peluang bisnis baru yang berkelanjutan dengan tetap berlandaskan prinsip syariah. 

Fokus pada sektor perumahan dinilai sejalan dengan konsep Maqashid Syariah karena berbasis pada aktivitas ekonomi riil, produktif, dan non-spekulatif. 

Dengan pendekatan tersebut, BSN berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial yang luas bagi masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index