JAKARTA - Pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Tol Bocimi) khususnya pada Seksi 3 Cibadak–Sukabumi Barat menjadi salah satu fokus utama percepatan infrastruktur di Jawa Barat. Pihak pengembang menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan konstruksi seksi tersebut pada tahun ini, sehingga dapat segera memberi dampak nyata terhadap mobilitas dan ekonomi regional. Target ini dipatok meskipun sebelumnya sempat menghadapi dinamika di lapangan, termasuk kendala pasokan material.
Direktur Utama PT Trans Jabar Tol (TJT) Abdul Hakim Supriyadi kembali menegaskan upaya percepatan tersebut dalam pernyataannya kepada media. Ia menyampaikan bahwa progres pembangunan Seksi 3 kini telah mencapai sekitar 66 persen, dan pihaknya optimistis dapat memenuhi target sesuai kontrak dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). “Untuk Seksi 3 yang sedang kita bangun, sekitar 66 persen progresnya. Kita upayakan itu selesai tahun depan,” kata Abdul saat memberikan keterangan kepada media.
Peran Seksi 3 dalam Konektivitas Wilayah Selatan Jawa Barat
Tol Bocimi merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah Bogor hingga Sukabumi di Provinsi Jawa Barat. Dalam struktur keseluruhan tol ini, Seksi 3 menjadi penghubung penting antara Cibadak dan Sukabumi Barat, dengan panjang sekitar 13,7 kilometer yang direncanakan bisa mengurai kepadatan lalu lintas di jalur nasional yang kerap macet.
Konstruksi empat seksi tol Bocimi dibagi sebagai berikut:
Seksi 1 Ciawi–Cigombong sepanjang 15,3 km, sudah beroperasi.
Seksi 2 Cigombong–Cibadak sepanjang 11,9 km, sudah difungsikan publik.
Seksi 3 Cibadak–Sukabumi Barat sepanjang 13,7 km, dalam tahap konstruksi.
Seksi 4 Sukabumi Barat–Sukabumi Timur sepanjang 13,05 km, masih dalam tahap awal pembebasan lahan.
Kehadiran Seksi 3 akan melengkapi konektivitas antarwilayah di bagian selatan Jawa Barat. Rute ini diharapkan menjadi jalur alternatif yang lebih cepat dan efektif, terutama untuk perjalanan dari Bogor ke Sukabumi, dibandingkan arteri jalan nasional yang sering kali mengalami kemacetan panjang terutama pada masa libur maupun puncak arus kendaraan.
Tantangan di Lapangan dan Solusi yang Ditempuh
Walaupun progres pembangunan menunjukkan angka yang signifikan, tantangan tetap mengiringi proses konstruksi Seksi 3 ini. Salah satu kendala yang disebutkan adalah dampak dinamika pasokan bahan baku, yang berpengaruh pada ritme pengerjaan di lokasi proyek. Kondisi ini sempat memaksa kontraktor dan pihak terkait untuk segera merumuskan solusi konkret agar progres tidak melambat dan target penyelesaian tetap bisa dipenuhi.
Abdul Hakim menambahkan bahwa pihaknya bersama kontraktor terus melakukan koordinasi intensif untuk mengatasi hambatan tersebut. Dengan pendekatan ini, tim proyek berharap progres Seksi 3 dapat terus meningkat hingga mencapai titik penyelesaian penuh sesuai dengan kontrak kerja yang telah disusun bersama BPJT.
Selain itu, tantangan lain yang biasanya muncul dalam proyek infrastruktur besar seperti ini adalah proses pembebasan lahan. Untuk Seksi 4 misalnya, sampai saat ini progres pembebasan lahan baru mencapai sekitar 10 persen dari total kebutuhan. Pihak pengembang menyatakan bahwa pekerjaan konstruksi baru bisa berjalan efektif setelah lahan yang dibebaskan mencapai minimal sekitar 70–80 persen dari total kebutuhan.
Kontribusi terhadap Arus Mudik dan Aktivitas Masyarakat
Target penyelesaian Seksi 3 pada tahun ini sejatinya bukan hanya soal angka dan kontrak, melainkan juga harapan akan manfaat praktis bagi masyarakat luas. Salah satunya adalah kontribusinya terhadap arus mudik Lebaran dan libur panjang lainnya. Dengan pengoperasian tol ini, diharapkan waktu tempuh perjalanan antara Bogor dan Sukabumi bisa jauh lebih singkat, mengurangi kemacetan pada jalur utama yang selama ini kerap terjadi.
Misalnya, jika tol ini sudah beroperasi penuh, estimasi jarak tempuh yang dahulu bisa mencapai jam atau bahkan puluhan jam saat puncak arus kendaraan, akan lebih efektif dan efisien hanya dalam beberapa jam saja. Potensi ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa percepatan penyelesaian tol ini terus didorong, termasuk oleh pemerintah daerah dan otoritas terkait.
Lebih lanjut, keberadaan tol ini dipandang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi setempat, terutama karena konektivitas yang kuat akan membuka peluang usaha baru, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat jaringan logistik antarwilayah selatan Jawa Barat.
Pandangan Jangka Panjang dan Integrasi Infrastruktur
Jika seluruh seksi Bocimi bisa diselesaikan dan dioperasikan sesuai jadwal, proyek ini akan menjadi tulang punggung baru konektivitas dari Bogor menuju Sukabumi. Hal ini sekaligus melengkapi jaringan jalan tol nasional yang terus dibangun di Indonesia, untuk memangkas waktu perjalanan sekaligus membuka akses ekonomi yang lebih luas.
Selain itu, rencana pengembangan lebih lanjut di Seksi 4 akan membuka peluang jaringan tol ini semakin terintegrasi dengan koridor jalan tol di wilayah selatan Jawa Barat dan jaringan nasional lainnya. Ini membuka ceruk potensi investasi yang lebih besar, serta memperkuat posisi Sukabumi dan sekitarnya sebagai salah satu simpul penting dalam peta transportasi nasional.
Dengan momentum percepatan pembangunan yang terus digelorakan, Seksi 3 Tol Bocimi menjadi salah satu proyek infrastruktur yang diperkirakan bisa memberikan dampak luas bagi mobilitas, ekonomi, dan konektivitas masyarakat Jawa Barat dan Indonesia secara keseluruhan pada tahun berjalan ini.